JurnalPatroliNews – Jakarta – Indonesia dan Turki untuk pertama kalinya menyelenggarakan forum dialog 2+2 Indonesia–Turki yang berlangsung di Ankara pada Jumat, 9 Januari 2025. Pertemuan ini mempertemukan jajaran menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara sebagai langkah konkret memperdalam kemitraan strategis di bidang politik, keamanan, dan pertahanan.
Delegasi Indonesia dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sementara Turki diwakili oleh Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Nasional Yaşar Güler.
Forum 2+2 ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tingkat kepala negara dalam Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Indonesia–Turki. Pertemuan tersebut menjadi wadah penting untuk menyelaraskan arah kebijakan luar negeri dan pertahanan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari perkembangan hubungan bilateral, isu-isu regional dan internasional, hingga penguatan kolaborasi pertahanan termasuk kerja sama industri pertahanan kedua negara.
Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kolaborasi antara diplomasi dan sektor pertahanan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas kawasan maupun global.
“Sinergi diplomasi dan pertahanan adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan keamanan global. Kerja sama Indonesia–Turki diarahkan untuk memperkuat interoperabilitas, kesiapan operasional, serta kontribusi aktif dalam misi perdamaian dan kemanusiaan dunia,” ujar Sjafrie dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, 10 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Turki juga menyampaikan kesamaan sikap dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, memperkuat peran negara-negara berkembang di forum multilateral, serta menegaskan pentingnya dialog dan kerja sama sebagai solusi utama penyelesaian konflik global.
Dialog berlangsung dalam suasana terbuka, konstruktif, dan sarat semangat kemitraan, mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk menjadikan format pertemuan 2+2 sebagai mekanisme strategis yang berkelanjutan.
Sebagai kelanjutan, Indonesia dan Turki sepakat bahwa pertemuan 2+2 berikutnya akan digelar di Jakarta.














