JurnalPatroliNews – Jakarta – Kurang dari sepekan setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer di Caracas, pemerintah Venezuela menunjukkan sinyal perubahan arah kebijakan luar negeri dengan membuka peluang rekonsiliasi bersama Amerika Serikat (AS).
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyampaikan bahwa Caracas tengah menginisiasi langkah awal untuk memulihkan hubungan diplomatik yang telah membeku selama bertahun-tahun dengan Washington. Ia mengungkapkan bahwa kedua pihak telah menyepakati dimulainya komunikasi diplomatik bersifat eksploratif.
Rodríguez menyebut proses ini bertujuan membuka kembali perwakilan diplomatik masing-masing negara, sekaligus menciptakan jalur dialog langsung.
“Kami akan bertemu melalui jalur diplomasi demi menjaga perdamaian dan stabilitas Venezuela, melindungi masa depan bangsa, serta mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan kami yang tidak bisa ditawar,” ujar Rodríguez, dikutip dari The Hill, Minggu, 11 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut, Venezuela berencana mengirim utusan resmi ke Washington untuk meninjau kondisi gedung kedutaannya yang telah lama tidak beroperasi. Sementara itu, pada Jumat, 9 Januari 2026, diplomat AS tercatat melakukan kunjungan ke Caracas guna mengevaluasi kemungkinan pembukaan kembali Kedutaan Besar Amerika Serikat—kunjungan pertama dalam hampir tujuh tahun terakhir.
Departemen Luar Negeri AS membenarkan kunjungan tersebut, namun menegaskan bahwa langkah itu masih bersifat penjajakan awal dan belum mencerminkan keputusan final.
Meski demikian, pengamat menilai relasi kedua negara masih diliputi ketidakpastian. Presiden Donald Trump menyatakan hubungan Washington dengan pemerintah Venezuela kini berada dalam kondisi yang jauh lebih baik, meskipun struktur pemerintahan negara tersebut pada dasarnya tetap sama, kecuali absennya Maduro.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS J.D. Vance menyampaikan bahwa militer Amerika telah diberi kewenangan untuk memburu jaringan kartel narkoba yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan lingkar kekuasaan Venezuela, berdasarkan dakwaan federal AS.
Sementara membuka jalur diplomasi, Rodríguez tetap melontarkan kecaman keras terhadap operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Maduro. Ia menyebut aksi tersebut sebagai penculikan berskala internasional yang menewaskan puluhan orang dan melanggar prinsip hukum internasional.
Kendati demikian, pemerintah Venezuela menilai dialog diplomatik tetap diperlukan untuk mengelola dampak dari insiden tersebut sekaligus merumuskan agenda kerja sama yang sejalan dengan kepentingan kedua negara.














