Lonjakan permintaan ini bersamaan dengan hasil panen yang lebih rendah akibat cuaca buruk. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang melaporkan bahwa stok beras di sektor swasta mencapai level terendah sejak 1999 pada bulan Juni.
Kondisi ini membuat beberapa jaringan supermarket mulai membatasi penjualan beras, dengan hanya satu paket per keluarga. Penjual online pun kesulitan memenuhi lonjakan permintaan tersebut. Topan kuat, Shanshan, juga memperburuk keadaan dengan mengancam ladang padi di Kyushu.
Banyak konsumen Jepang kini beralih ke beras Calrose dari California sebagai alternatif. Beras ini memiliki rasa yang mirip dengan beras Jepang, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Penjualannya meningkat tajam, dengan beberapa toko di Tokyo mulai menjualnya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Menteri Pertanian Jepang, Tetsushi Sakamoto, mengatakan bahwa kekurangan ini akan segera teratasi. Pemerintah juga mengadakan pertemuan dengan petani, dan disepakati bahwa jika harga tetap tinggi, permintaan beras akan menurun secara alami.














