Meski program tersebut memiliki cita rasa edukatif, sebagian pihak menilai bahwa dukungan finansial dari lembaga-lembaga asing dapat memengaruhi arah wacana politik nasional dan opini publik. Kekhawatiran ini muncul mengingat tingkat kerentanan masyarakat terhadap narasi digital dan polarisasi sosial.
Selain itu, OSF juga disebut memanfaatkan Media Development Investment Fund (MDIF) untuk mendukung sejumlah perusahaan media di Indonesia. Kritik muncul karena pemberitaan dari media-media tersebut dianggap berpotensi memperkeruh situasi politik dan meningkatkan ketegangan sosial.
Pengamat internasional mencatat bahwa OSF pernah dikaitkan dengan perubahan rezim di beberapa negara, seperti Ukraina dan Georgia, yang terjadi bersamaan dengan menguatnya gerakan massa pro-demokrasi. Karena itu, kekhawatiran bahwa situasi serupa dapat terjadi di Asia Tenggara — khususnya Indonesia — tidak bisa diabaikan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan sikap pemerintah terhadap intervensi asing. Ia menyatakan bahwa negara akan mengambil langkah tegas apabila terdapat upaya yang mengancam kedaulatan nasional dan stabilitas sosial.














