Polisi Norwegia Selidiki Aliran Dana Jeffrey Epstein ke Mantan Ketua Komite Nobel

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Norwegia, melalui unit kejahatan ekonomi Økokrim, resmi memulai penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri Thorbjørn Jagland atas dugaan korupsi berat.

Kasus ini mencuat setelah dokumen terbaru yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengungkapkan adanya hubungan yang luas antara Jagland dengan terpidana kasus pelecehan seksual, Jeffrey Epstein.

Sebagai langkah awal, Kementerian Luar Negeri Norwegia kini tengah memproses pencabutan kekebalan diplomatik yang dimiliki Jagland guna mempermudah jalannya proses hukum.

Direktur Økokrim, Pål K. Lønseth, menyatakan bahwa penyelidikan ini memiliki alasan yang masuk akal mengingat posisi strategis yang pernah diemban Jagland selama periode yang tercakup dalam dokumen tersebut.

Fokus utama investigasi adalah untuk menelusuri apakah terdapat pemberian hadiah, fasilitas perjalanan, hingga pinjaman dana yang diterima Jagland berkaitan dengan jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Eropa maupun saat memimpin Komite Nobel Perdamaian.

Laporan dari surat kabar Norwegia, VG, memberikan detail lebih lanjut mengenai isi dokumen tersebut. Jagland diduga pernah meminta bantuan finansial kepada Epstein untuk membeli sebuah apartemen.

Selain itu, catatan perjalanan menunjukkan bahwa Jagland sempat tinggal di apartemen milik Epstein di New York pada tahun 2018, serta beberapa kali menginap di kediaman Epstein di Paris sepanjang periode 2015 hingga 2018.

Kedekatan ini memicu kecurigaan adanya konflik kepentingan atau praktik korupsi selama Jagland menjabat di lembaga internasional.

Thorbjørn Jagland merupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam politik Eropa, menjabat sebagai PM Norwegia pada medio 1996–1997 dan memimpin Dewan Eropa selama satu dekade (2009–2019).

Menanggapi dimulainya penyelidikan ini, pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyampaikan kepada media bahwa kliennya tetap tenang dan siap menghadapi proses hukum.

Pencabutan kekebalan diplomatik diharapkan menjadi pintu masuk bagi otoritas Norwegia untuk mengungkap kebenaran di balik hubungan finansial dan personal sang mantan pemimpin dengan mendiang Jeffrey Epstein.