JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Dr. Jazuli Juwaini, menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel yang tercapai melalui mediasi sejumlah negara.
Menurut Dr. Jazuli, kesepakatan ini merupakan langkah penting dalam menghentikan penjajahan dan agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina, meskipun belum menjadi akhir dari penderitaan panjang bangsa yang tertindas tersebut.
“Kita patut menyambut positif langkah gencatan senjata ini. Namun, sejarah telah membuktikan bahwa Israel sering kali melanggar kesepakatan serupa. Karena itu, dunia internasional harus tetap waspada,” tegas Dr. Jazuli dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025).
Sebagai Utusan Tetap Parlemen Dunia (Inter-Parliamentary Union / IPU) untuk Urusan Timur Tengah, ia menekankan bahwa gencatan senjata harus disertai mekanisme pengawasan yang ketat serta sanksi tegas dari negara-negara pihak ketiga di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini, lanjutnya, penting agar pelanggaran dan kekerasan terhadap warga sipil tidak kembali terjadi.
Dr. Jazuli juga menyoroti pentingnya tindakan kemanusiaan untuk menyelamatkan korban dan memulihkan Gaza dari kehancuran akibat agresi militer Israel.
Ia menyerukan solidaritas global untuk membangun kembali Gaza di bawah otoritas pemerintahan Palestina yang sah dan berdaulat.
“Gencatan senjata tidak boleh berhenti pada jeda tembakan. Ia harus menjadi langkah awal yang berkelanjutan menuju pemulihan Gaza dan terwujudnya kemerdekaan penuh Palestina,” ujarnya.
Presiden JDF Asia Pasifik itu menegaskan, gencatan senjata permanen harus menjadi tujuan akhir yang disertai penghentian total aneksasi tanah Palestina serta pengakuan penuh dunia internasional atas kedaulatan negara Palestina.
“Hanya dengan Palestina yang merdeka dan berdaulat, keadilan dan perdamaian sejati di Timur Tengah dapat terwujud,” pungkas Dr. Jazuli.














