JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik keras terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di era Donald Trump. Ia menilai langkah-langkah Washington berisiko menggerus fondasi tatanan global yang dibangun sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Menurut Steinmeier, komitmen terhadap hukum internasional, etika global, dan kerja sama multilateral kini berada dalam posisi rawan. Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar penyesuaian strategi politik, melainkan perubahan mendasar dalam nilai-nilai yang selama ini dijunjung bersama.
“Yang kita saksikan bukan hanya perubahan kebijakan, tetapi runtuhnya prinsip-prinsip yang selama ini dijaga oleh mitra terpenting kami—negara yang turut membangun tatanan dunia ini,” ujar Steinmeier dalam pidatonya di Berlin, Sabtu, 10 Januari 2026.
Ia mengingatkan, tanpa kepatuhan pada aturan dan norma internasional, dunia dapat berubah menjadi ruang tanpa batas moral, di mana kekuatan menjadi satu-satunya penentu.
Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya keraguan publik Jerman terhadap Amerika Serikat. Berdasarkan survei Pew Research Center dan Körber-Stiftung yang dirilis November 2025, hanya 27 persen warga Jerman yang menilai hubungan negaranya dengan AS berada dalam kondisi baik. Sementara itu, 73 persen responden justru menilai relasi bilateral tersebut memburuk.
Data ini menegaskan bahwa kritik Steinmeier sejalan dengan kegelisahan masyarakat Jerman terhadap arah kebijakan global Amerika Serikat saat ini.














