Uni Eropa Terkesan dengan QRIS, Sebut Indonesia Unggul dalam Digitalisasi Pembayaran

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kemajuan pesat Indonesia dalam sistem pembayaran digital menarik perhatian Uni Eropa (UE). Salah satu inovasi yang paling diapresiasi adalah penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS, yang kini telah menjadi metode pembayaran umum di berbagai pusat perbelanjaan dalam negeri.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyatakan kekagumannya terhadap seberapa luas dan cepat QRIS diadopsi masyarakat Indonesia. Hal itu ia ungkapkan saat berkunjung ke Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Kamis, 31 Juli 2025.

“Indonesia sangat maju dalam hal ini. Di mana-mana saya ditawari pakai QRIS. Saat saya ingin membayar dengan kartu, mereka langsung bilang: ‘Tidak, tidak, pakai QRIS saja’,” ungkap Denis, yang disambut tawa hadirin.

Denis mengakui bahwa sistem pembayaran digital berbasis QR yang diterapkan Bank Indonesia telah menghadirkan efisiensi dan kemudahan bagi pengguna. Ia bahkan menyebut bahwa sistem serupa patut dipertimbangkan untuk diterapkan di negara-negara Eropa.

“Kami melihat betapa praktisnya sistem seperti ini. Harapannya, perbankan di Eropa suatu saat bisa mengadopsi metode yang mirip. Saat ini memang belum ada kerja sama resmi, tapi itu bukan berarti tidak bisa dimulai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denis mendorong pembentukan kolaborasi antara Indonesia dan Uni Eropa dalam pengembangan teknologi sistem pembayaran lintas batas.

“Saya rasa penting untuk mendorong kerja sama ini. Jika kami ingin memperluas hubungan bisnis, pembahasan terkait integrasi sistem seperti QRIS menjadi sangat relevan,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan, hubungan Indonesia dan Uni Eropa juga makin diperkuat lewat kebijakan Visa Cascade. Melalui fasilitas ini, warga negara Indonesia yang pernah memiliki visa Uni Eropa kini bisa memperoleh visa multiple-entry dengan masa berlaku hingga lima tahun tanpa harus mengulang proses aplikasi secara penuh untuk setiap kunjungan berikutnya.

Kebijakan tersebut mencerminkan semakin eratnya kepercayaan dan keterbukaan antara Indonesia dan Uni Eropa dalam berbagai sektor, termasuk mobilitas dan ekonomi digital.