90% Warga Gaza Alami Malnutrisi: Bantuan Dipangkas, Serangan Tak Pernah Reda

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa Israel hanya mengizinkan pemasukan tidak lebih dari 200 truk bantuan ke Jalur Gaza setiap hari. Jumlah tersebut jauh di bawah kesepakatan dalam perjanjian gencatan senjata yang menetapkan 600 truk bantuan per hari.

Selain itu, Israel dinilai tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata karena tetap melancarkan serangan hampir setiap hari, yang telah menewaskan sedikitnya 346 warga Palestina sejak 10 Oktober 2025.

Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail Al-Thawabteh, mengatakan kepada Anadolu pada Senin (24/11/2025), bahwa Israel hanya membuka akses kurang dari sepertiga dari total kebutuhan bantuan bagi 2,4 juta penduduk Gaza.

“Israel mengelola kelaparan di Gaza secara perlahan dan bertahap,” ujarnya, sembari memperingatkan bahwa tingkat malnutrisi di Gaza telah melampaui 90 persen.

Dalam perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel pada 10 Oktober, disepakati bahwa 600 truk bantuan akan masuk ke Gaza setiap hari. Namun Israel dinilai tidak mematuhi ketentuan tersebut dan terus melancarkan serangan hampir setiap hari.

Al-Thawabteh menegaskan bahwa Israel juga tetap melarang masuknya alat berat dan peralatan lain yang dibutuhkan tim pertahanan sipil untuk mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Ia menggambarkan praktik itu sebagai “kejahatan berlapis”, berupa upaya kelaparan yang disengaja terhadap warga sipil sekaligus penghalangan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Gaza.

Al-Thawabteh mendesak para mediator dan pihak penjamin gencatan senjata agar memberikan tekanan serius kepada Israel sehingga kesepakatan dapat dipatuhi dan seluruh pelanggaran berat dapat dihentikan.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 70.000 warga Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Lebih dari 170.900 orang lainnya mengalami luka-luka dalam agresi yang meratakan sebagian besar wilayah kantong tersebut.