Balasan Teheran Dimulai: Serangan Rudal ke Beit Shemesh Akibatkan Puluhan Korban

JurnalPatroliNews – Jakarta -Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik baru yang mematikan setelah serangan rudal Iran menghantam kota Beit Shemesh, Israel, pada Minggu (1/3/2026).

Berdasarkan laporan dari Al Jazeera yang mengutip konfirmasi resmi layanan darurat Israel, insiden tragis ini mengakibatkan sedikitnya 8 orang tewas di lokasi kejadian.

Selain korban jiwa, otoritas medis melaporkan terdapat 27 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Dari puluhan korban luka tersebut, dua orang di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Serangan ini memicu kepanikan luas di wilayah pemukiman dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Serangan rudal ini dikonfirmasi oleh Teheran sebagai bentuk pembalasan langsung atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.

Operasi udara tersebut sebelumnya telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebuah peristiwa yang memicu kemarahan besar di seluruh Republik Islam Iran.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam konferensi pers terbarunya menegaskan bahwa serangan ke Beit Shemesh hanyalah bagian dari rangkaian respons militer yang telah direncanakan.

Pezeshkian menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan terus meluncurkan serangan keras guna menghancurkan pangkalan-pangkalan militer serta pusat kekuatan musuh-musuh mereka.

Situasi di kawasan saat ini berada pada level siaga tertinggi (high alert). Militer Israel (IDF) dilaporkan tengah menyiapkan langkah balasan yang lebih masif, sementara sistem pertahanan udara Iron Dome terus bekerja ekstra keras menghalau gelombang serangan susulan yang diprediksi akan terus berlanjut dari wilayah udara Iran maupun melalui kelompok-kelompok proksinya.

Komunitas internasional kini menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa serangan ke wilayah sipil seperti Beit Shemesh akan memicu perang terbuka secara menyeluruh yang sulit dikendalikan, melampaui batas-batas konflik yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.