JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga meskipun rangkaian bencana alam melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.
Di Provinsi Aceh, sebanyak 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikerahkan untuk mengalihkan layanan secara adaptif selama masa tanggap bencana demi menjamin pemenuhan gizi warga terdampak.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sejak 26 November hingga 27 Desember 2025, total bantuan makanan yang telah dibagikan di wilayah Aceh mencapai 2.298.670 porsi.
Penyaluran program tetap diupayakan berjalan normal seperti hari aktif biasanya, meskipun operasional dapur SPPG sempat dihentikan sementara pada 25 dan 26 Desember untuk menghormati perayaan Natal serta memperingati 21 tahun tsunami Aceh.
Namun demikian, dedikasi petugas di lapangan tetap tinggi. Sejumlah SPPG di wilayah Aceh Timur dan Aceh Tengah tetap memilih beroperasi dan melaksanakan penyaluran pada 26 hingga 27 Desember untuk merespons kebutuhan mendesak warga.
BGN menerapkan berbagai skema pendistribusian, mulai dari penyaluran melalui posko pengungsian hingga aksi jemput bola langsung ke rumah-rumah warga yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Dadan menegaskan bahwa kehadiran BGN secara konsisten di tengah situasi darurat merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga ketahanan gizi masyarakat.
Program MBG dirancang untuk menjadi program yang fleksibel dan tangguh dalam menghadapi kondisi krisis, sehingga masyarakat yang sedang mengalami musibah tetap mendapatkan asupan makanan yang sehat dan layak.
Hingga saat ini, BGN terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Upaya distribusi berkelanjutan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan sosial di wilayah-wilayah terdampak bencana di ujung barat Indonesia tersebut.














