Data Kemenkes: 28 Ribu Pemudik Akses Pos Kesehatan, Hipertensi Jadi Ancaman Utama

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis data terbaru mengenai kondisi kesehatan masyarakat selama periode mudik Idul Fitri 1447 H.

Berdasarkan laporan harian pelayanan kesehatan per Selasa (24/3), tiga jenis penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh para pemudik adalah hipertensi, cephalgia atau sakit kepala, dan gastritis.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengungkapkan bahwa ketiga gangguan kesehatan tersebut mendominasi kunjungan masyarakat ke pos-pos pelayanan kesehatan yang tersebar di sepanjang jalur mudik.

Hingga 23 Maret 2026, tercatat sebanyak 28.696 pemudik telah memanfaatkan fasilitas kesehatan yang disiagakan pemerintah.

Temuan yang cukup mengkhawatirkan muncul dari hasil pemeriksaan terhadap para pengemudi. Agus menyebutkan, sebanyak 252 pengemudi dinyatakan tidak laik untuk melanjutkan perjalanan karena kondisi fisik yang berisiko tinggi memicu kecelakaan.

Mayoritas dari mereka terdeteksi mengalami hipertensi berat dengan tekanan darah di atas 170/110 mmHg.

Selain tekanan darah tinggi, tim medis di lapangan juga menemukan pengemudi dengan kadar gula darah yang melonjak drastis, hingga indikasi konsumsi alkohol serta narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza).

Merespons kondisi ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mempertegas imbauannya agar para pemudik tidak memaksakan diri. Saat meninjau penerapan rekayasa lalu lintas one way di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Menkes menekankan pentingnya istirahat berkala.

Ia menyarankan agar pengemudi berhenti setidaknya setiap tiga jam sekali di rest area untuk memulihkan stamina dan konsentrasi.

Menurutnya, faktor kelelahan dan rasa kantuk yang diabaikan menjadi pemicu utama kecelakaan fatal di jalan raya. Perjalanan jauh menuju kampung halaman memerlukan kesiapan fisik yang prima agar selamat sampai tujuan.