JurnalPatroliNews – Jakarta – Oknum debt collector (DC) dari sebuah perusahaan pinjaman online yang sebelumnya menghebohkan publik dengan laporan kebakaran palsu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang akhirnya muncul.
Pria berinisial BS, yang juga dikenal dengan panggilan Bone, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang merugikan instansi pelayanan publik tersebut.
Dalam sebuah video klarifikasi, BS mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan pelaporan palsu tersebut. Ia berdalih tindakan nekat itu dilakukan karena tersulut emosi terkait masalah utang piutang dengan salah seorang warga berinisial N yang tidak kunjung terselesaikan.
“Saya melakukan hal ini karena terbawa emosi terkait utang piutang pribadi. Saya sangat menyesal atas apa yang saya perbuat, yang mana itu sangat merugikan pihak Damkar Kota Semarang dan Bapak Ngadi,” ujar BS dalam video yang diterima kepolisian pada Sabtu (25/4).
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menerima segala konsekuensi hukum dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
Menanggapi hal ini, Auditor Kepolisian Madya TK II Itwasum Polri, Kombes Manang Soebeti, memberikan pernyataan tegas melalui akun media sosialnya. Beliau berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat menjatuhkan denda kepada perusahaan fintech yang bekerja sama dengan jasa penagihan tersebut.
Manang menekankan pentingnya penegakan Pasal 62 POJK Nomor 22 Tahun 2023 agar aturan mengenai tata cara penagihan tidak diabaikan oleh para pelaku usaha jasa keuangan.
Sebelumnya, Damkar Kota Semarang telah resmi melaporkan oknum tersebut ke Polrestabes Semarang pada Jumat (24/4).
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, menegaskan bahwa laporan palsu semacam ini sangat mengganggu kesiapsiagaan petugas dan berpotensi menghambat penanganan darurat yang sesungguhnya.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, nomor telepon yang digunakan pelaku diduga berada di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meskipun pelaku telah menyatakan rencana untuk menemui pihak Damkar guna meminta maaf secara langsung pada sore ini, proses hukum di kepolisian dilaporkan masih terus berjalan guna memberikan efek jera terhadap tindakan yang meresahkan masyarakat tersebut.














