Eks Sopir Angkot Jadi Pahlawan Rel: Cerita Pengabdian Swadaya Penjaga Perlintasan Tebet

JurnalPatroliNews – Jakarta – Di antara bisingnya mesin kendaraan dan klakson kereta api yang melintas di jalur Tebet-Cawang, sosok Indra (55) berdiri dengan waspada. Mengenakan rompi sederhana, pria yang sudah empat tahun menjaga perlintasan kereta api secara swadaya ini menjadi saksi bisu betapa tipisnya batas antara keselamatan dan maut di rel Jakarta.

Sejak berhenti menjadi sopir angkot pada masa pandemi 2020, Indra memilih mengabdikan dirinya untuk mengatur lalu lintas di titik rawan tersebut.

Pekerjaan ini bukan tanpa risiko. Tanpa peralatan canggih atau sinyal otomatis dari PT KAI, Indra hanya mengandalkan ketajaman penglihatannya. Ia harus mampu mendeteksi kedatangan kereta yang berjarak ratusan meter hanya dengan pandangan mata.

Baginya, lengah satu detik saja bisa berakibat fatal bagi para pengendara yang kerap tidak sabar menunggu kereta lewat.

Tantangan terbesar yang dihadapi Indra bukan hanya kecepatan kereta, melainkan keras kepala para pengendara.

Tak jarang ia harus beradu argumen, bahkan hingga membentak mereka yang nekat menerobos palang darurat yang ia buat bersama warga. Indra mengaku sering memberikan peringatan keras demi menyelamatkan nyawa mereka yang abai pada keselamatan diri sendiri.

Indra tidak sendiri. Di titik tersebut, terdapat sekitar 20 warga lokal yang bergantian menjaga perlintasan selama 24 jam penuh.

Mereka mengelola operasional secara mandiri melalui uang kas harian sebesar Rp7.000. Uang tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan yang rusak di sekitar rel, membetulkan palang yang patah, hingga merawat saung tempat mereka berteduh.

Meski pendapatan dari sumbangan sukarela pengendara tidak menentu—berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000 per sif—Indra tetap melakoni pekerjaan ini dengan ikhlas.

Baginya, pekerjaan ini adalah inisiatif kemanusiaan. Uang yang didapat ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari bersama anaknya, bahkan menyisihkannya sedikit untuk memberi makan kucing-kucing liar di sekitar rel yang sering ia temui saat berjaga.