JurnalPatroliNews | Jakarta — Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, membuat arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan mendapat perhatian khusus.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional serta sejumlah rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB. Sebanyak 80 personel Dishub diterjunkan untuk membantu pengaturan arus di sekitar kawasan GBK.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin meminta masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan, menyesuaikan waktu perjalanan, serta memanfaatkan rute alternatif yang tersedia guna mendukung kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan pertandingan,” ujar Budi.
Dari Blok M ke Tanah Abang
Bagi pengendara yang bergerak dari Blok M menuju Tanah Abang, Dishub DKI menyiapkan jalur melalui:
Jalan Panglima Polim – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda, berputar di depan Gandaria City – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Penjernihan – Jalan KH Mas Mansyur – dan seterusnya.
Rute ini dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan di sekitar kawasan GBK.
Blok M Menuju Slipi
Untuk perjalanan dari Blok M menuju Slipi, rute alternatif yang disarankan adalah:
Jalan Panglima Polim – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda, berputar di depan Gandaria City – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman – dan seterusnya.
Blok M Menuju Kampung Melayu
Sementara pengendara dari Blok M menuju arah Timur atau Kampung Melayu dapat menggunakan jalur:
Jalan Trunojoyo – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Gunawarman – Jalan Senopati – Jalan Suryo – Jalan Kapten Tendean – Jalan H.R. Rasuna Said – Jalan Prof. Dr. Satrio – Jalan Raya Casablanca – dan seterusnya.
Rute tersebut mengarahkan arus kendaraan ke jalur selatan-timur Jakarta tanpa harus melintasi area inti kegiatan di sekitar GBK.
Tanah Abang Menuju Blok M
Dari arah Tanah Abang menuju Blok M, masyarakat dapat menggunakan:
Jalan KH Mas Mansyur – Jalan Penjernihan – Jalan Pejompongan – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Kebayoran Baru – Jalan Kyai Maja – Jalan Panglima Polim – dan seterusnya.
Slipi Menuju Blok M
Bagi masyarakat yang bergerak dari Slipi menuju Blok M, jalur alternatif yang tersedia yakni:
Jalan Letjen S. Parman – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Kebayoran Baru – Jalan Pakubuwono VI – Jalan Bumi – Jalan Kyai Maja – Jalan Panglima Polim – dan seterusnya.
Slipi Menuju Tebet
Sedangkan perjalanan dari Slipi menuju Tebet dapat melalui:
Jalan S. Parman – Jalan Pejompongan – Jalan Penjernihan – Jalan RM Margono – Jalan Galunggung – Jalan Dr. Saharjo – Jalan Prof. Dr. Soepomo – Jalan MT Haryono – dan seterusnya.
Tebet Menuju Slipi
Dari arah Tebet menuju Slipi, Dishub DKI mengarahkan kendaraan melalui:
Jalan Kapten Tendean – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Trunojoyo – Jalan Kyai Maja – Jalan Sultan Iskandar Muda, berputar di depan Gandaria City – Jalan Teuku Nyak Arief – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letjen S. Parman – dan seterusnya.
Pengaturan Bersifat Situasional
Dishub DKI menegaskan pengaturan lalu lintas tidak diberlakukan secara kaku sepanjang waktu. Rekayasa akan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan, terutama perkembangan arus kendaraan dan aktivitas penonton menuju maupun meninggalkan SUGBK.
Karena itu, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan menuju kawasan GBK disarankan mempertimbangkan waktu perjalanan atau memilih jalur lain sejak sebelum memasuki kawasan Senayan.
Final Indonesia melawan Thailand diprediksi meningkatkan mobilitas kendaraan dan masyarakat di sekitar stadion. Selain lalu lintas penonton, pengaturan juga berkaitan dengan kelancaran akses bagi kegiatan pengamanan dan operasional pertandingan.
Pada akhirnya, keberadaan rute alternatif bukan berarti seluruh jalur utama akan ditutup. Skema tersebut disiapkan sebagai antisipasi agar arus kendaraan tetap bergerak ketika kepadatan mulai meningkat.
Bagi warga Jakarta, pesan Dishub cukup jelas: menjelang kick-off pukul 20.00 WIB, jangan menunggu terjebak macet di sekitar GBK. Kenali rute alternatif dan ikuti arahan petugas di lapangan.














Komentar