JurnalPatroliNews – Jakarta – Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang lanjut usia (lansia) berinisial GH (70) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara mulai menemui titik terang.
Aparat Kepolisian Sektor Metro Penjaringan dilaporkan telah berhasil mengidentifikasi dan memeriksa dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku aksi kriminal tersebut.
Peristiwa menegangkan ini sebelumnya sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik salah satu warga di sekitar lokasi kejadian hingga menjadi viral di ruang publik.
Di dalam rekaman video tersebut, tampak sebuah unit kendaraan roda empat misterius tengah bergerak membuntuti korban yang sedang berjalan kaki.
Tak lama berselang, salah satu pelaku terpantau turun dari dalam mobil dan langsung mencoba menarik paksa tubuh korban agar masuk ke kabin kendaraan.
Beruntung korban GH memberikan perlawanan yang cukup sengit hingga akhirnya membuat nyali pelaku ciut dan langsung memilih kabur melarikan diri dari lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, membenarkan bahwa pihak korban telah melayangkan laporan resmi terkait insiden penganiayaan tersebut.
Berdasarkan data draf kepolisian, aksi nekat percobaan penculikan ini drafnya terjadi pada tanggal 16 April lalu sekitar pukul 06.55 WIB.
“Polsek Metro Penjaringan mendapatkan laporan polisi terkait dugaan percobaan penculikan dan atau penganiayaan yang terjadi pada tanggal 16 April pada pukul 06.55 WIB dengan korban seorang laki-laki atau bapak-bapak yang kita lihat ada rekaman CCTV-nya, bahwa ada satu unit mobil mengikuti korban lalu turun satu orang pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil,” jelas AKP Sampson Sosa Hutapea kepada wartawan yang dikutip pada Minggu (14/6/2026).
Sampson memuji keberanian lansia tersebut yang secara spontan melakukan draf pembelaan diri di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
Berkat perlawanan keras dari korban, rencana jahat komplotan tersebut akhirnya gagal total sebelum armada mobil pelaku memacu gas meninggalkan kawasan PIK.
Pendalaman Motif dan Pengecekan Jaringan CCTV
Hingga saat ini, tim penyidik reserse kriminal dilaporkan masih terus bergerak aktif di lapangan untuk mendalami draf motif utama dari aksi penculikan tersebut.
Petugas juga tengah menelusuri secara saksama sejumlah titik kamera pengawas lain yang mengarah langsung ke jalur pelarian kendaraan yang digunakan pelaku.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa jumlah komplotan penculik ini drafnya dipastikan berjumlah lebih dari dua orang di dalam mobil.
Dugaan tersebut diperkuat oleh fakta adanya draf pembagian peran di mana terdapat satu orang bertindak sebagai pengemudi kemudi di dalam kendaraan.
Berdasarkan draf interogasi awal, korban GH mengaku sama sekali tidak mengenal identitas maupun wajah dari para pelaku yang menyerangnya secara tiba-tiba.
Lansia tersebut juga menegaskan bahwa selama ini dirinya selalu hidup dengan tenang serta tidak pernah memiliki draf perselisihan atau musuh dengan pihak mana pun.
Saat peristiwa nahas itu terjadi, korban GH diketahui hanya sedang melakukan draf aktivitas rutin berolahraga jalan pagi di sekitar lingkungan kompleks perumahannya.
Meskipun dua orang terduga pelaku kini statusnya telah berhasil diperiksa oleh tim penyidik, polisi masih belum merinci draf identitas maupun peran spesifik masing-masing.
Pihak Polsek Metro Penjaringan memberikan jaminan bahwa draf proses penyelidikan mendalam akan terus berjalan secara profesional guna mengungkap kronologi perkara secara utuh.









Komentar