JurnalPatroliNews | Semarang – Pemerintah Kota Semarang memastikan akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas kematian Anggun, seekor harimau putih koleksi Semarang Zoo atau Kebun Binatang Mangkang, yang selama ini menjadi salah satu satwa favorit pengunjung. Dugaan adanya kesalahan dalam prosedur anestesi menjadi salah satu aspek yang akan didalami.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengaku prihatin atas kematian satwa langka tersebut. Menurutnya, Anggun bukan hanya menjadi aset konservasi, tetapi juga ikon yang selalu menarik perhatian masyarakat yang berkunjung ke Semarang Zoo.
“Sedih banget ya. Kami akan selidiki karena itu adalah kekayaan dari Semarang Zoo. Ini menjadi titik di mana teman-teman, masyarakat itu kalau ke Semarang Zoo pasti melihat harimau putih,” ujar Agustina kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Agustina mengakui telah menerima informasi awal mengenai dugaan kesalahan dalam prosedur anestesi yang disebut-sebut menjadi penyebab kematian Anggun. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih memerlukan pendalaman sebelum dapat disimpulkan.
“Kami akan selidiki kok bisa salah anestesi dan sebagainya itu,” katanya.
Hingga saat ini, Wali Kota mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai kronologi maupun penyebab pasti kematian satwa tersebut.
“Detailnya saya belum mendapat laporan ya, tetapi beberapa hari ini saya juga sedang meminta penjelasan dari teman-teman dari Semarang Zoo,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang menyatakan proses investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Anggun sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap standar penanganan satwa di kebun binatang milik pemerintah daerah tersebut.
Agustina berharap hasil penyelidikan nantinya dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.
“Mudah-mudahan segera bisa kami sampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa dan bagaimana, dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola, perawatan, dan prosedur medis terhadap satwa koleksi, terutama spesies yang memiliki nilai konservasi tinggi.
Sampai berita ini diterbitkan, pihak Semarang Zoo belum menyampaikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan medis maupun penyebab pasti kematian Anggun. Dugaan kesalahan prosedur anestesi masih berada dalam tahap penelusuran oleh Pemerintah Kota Semarang.









Komentar