Kabel Semrawut Diburu, Pemprov DKI Siapkan Rp90 Miliar untuk Bawah Tanah

JurnalPatroliNews | Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempercepat penataan jaringan utilitas kota dengan memindahkan kabel-kabel yang selama ini bergelantungan di ruang udara ke jaringan bawah tanah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi wajah Ibu Kota sekaligus menciptakan tata ruang kota yang lebih rapi, aman, dan terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pengerjaan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

Pramono mengatakan penataan jaringan utilitas tersebut dilakukan untuk merapikan jaringan kabel yang membentang di sejumlah ruas jalan Jakarta. Pemerintah menargetkan penataan dapat dilakukan dalam skala besar dengan melibatkan pemerintah daerah dan badan usaha.

“Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian, merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” ujar Pramono.

Ribuan Kilometer Kabel Jadi Target

Program tersebut memiliki cakupan yang cukup besar. Pemprov DKI bersama pihak swasta menargetkan penataan jaringan utilitas sepanjang sekitar 6.500 kilometer.

Pramono menilai keterlibatan sektor swasta menjadi elemen penting agar pekerjaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada proyek pemerintah semata.

Menurutnya, penataan kabel juga memiliki potensi ekonomi sehingga dapat dikembangkan sebagai kerja bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Kami meyakini secara bisnis juga menarik sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini,” katanya.

Penataan tersebut dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas.

Regulasi tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah daerah dalam mengatur penempatan jaringan utilitas agar lebih tertib dan tidak terus menggunakan ruang udara secara semrawut.

Kabel Komunikasi Sudah Mulai Diturunkan

Dalam proyek yang ditinjau Pramono di Jalan Dr. Soepomo, kabel jaringan komunikasi telah mulai dipindahkan ke bawah tanah.

Sementara kabel yang berkaitan dengan jaringan listrik masih membutuhkan proses dan waktu lebih panjang.

“Kabel yang telah berhasil dipindahkan ke bawah tanah di sepanjang Jalan Dr. Soepomo, yakni berupa kabel jaringan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” jelasnya.

Perbedaan karakteristik jaringan membuat penataan tidak dapat dilakukan dalam waktu yang sama. Pemerintah harus memastikan setiap pekerjaan berjalan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.

Rp90 Miliar untuk 16,9 Kilometer

Dari sisi pembiayaan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp90 miliar untuk penataan SJUT sepanjang 16,9 kilometer yang tersebar di 10 titik ruas jalan.

Sepuluh ruas tersebut meliputi:

  • Jalan MT Haryono
  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan Dr. Soepomo
  • Jalan KH Abdullah Syafei
  • Jalan Dr. Saharjo
  • Jalan Pemuda
  • Jalan Otista
  • Jalan Tebet Barat Dalam Raya
  • Jalan Matraman Raya
  • Jalan Jatinegara

Anggaran tersebut diarahkan untuk membangun dan menata infrastruktur utilitas yang memungkinkan jaringan kabel ditempatkan secara lebih teratur di bawah permukaan jalan.

Untuk pekerjaan di Jalan Dr. Soepomo, pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai pada Desember 2026.

Ditargetkan Mengubah Wajah Jakarta dalam Lima Tahun

Pramono mengatakan penataan kabel tidak boleh berhenti pada proyek jangka pendek. Ia telah meminta Dinas Bina Marga bersama badan usaha milik daerah (BUMD) menyusun perencanaan yang lebih strategis dan berjangka panjang.

Targetnya, dalam waktu sekitar lima tahun, penataan kabel di Jakarta dapat mengalami perubahan signifikan.

Menurut Pramono, keberhasilan program tersebut akan berdampak langsung terhadap tampilan kota. Kabel yang selama ini memenuhi ruang udara di sejumlah ruas jalan diharapkan secara bertahap dapat dialihkan ke sistem bawah tanah.

Penataan tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari transformasi kawasan perkotaan Jakarta agar lebih tertata dan memiliki sistem jaringan utilitas yang mendukung perkembangan kota dalam jangka panjang.

Antisipasi Kemacetan Selama Pengerjaan

Pemprov DKI juga memperhitungkan dampak proyek terhadap mobilitas masyarakat.

Dinas Bina Marga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pembangunan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang berlebihan, terutama di ruas jalan yang memiliki tingkat kepadatan kendaraan tinggi.

Pemerintah berharap pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal dengan tetap menjaga kelancaran mobilitas warga.

Bagi Jakarta, persoalan kabel semrawut bukan semata-mata masalah estetika. Penataan jaringan utilitas juga menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur kota yang lebih tertib dan siap menghadapi kebutuhan komunikasi serta energi yang terus berkembang.

Dengan dukungan anggaran pemerintah dan keterlibatan sektor swasta, Pemprov DKI menargetkan program tersebut menjadi gerakan bersama untuk secara bertahap mengubah lanskap ruang publik Jakarta.

Komentar