Kasus Kematian Warakas: Mulut Berbusa dan Ruam Merah Jadi Fokus Penyelidikan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Polres Metro Jakarta Utara terus melakukan pendalaman intensif terkait kasus kematian misterius satu keluarga di sebuah rumah kontrakan kawasan Warakas, Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu, 4 Januari 2026, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi untuk mengungkap tabir di balik tragedi tersebut.

Pemeriksaan saksi ini dilakukan secara paralel dengan proses medis di RS Polri Kramat Jati. Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen dr. Prima Heru, menyatakan bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah rampung dilakukan.

Namun, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan karena tim kedokteran forensik masih menunggu hasil uji toksikologi untuk mendeteksi adanya zat beracun atau kandungan kimia tertentu dalam tubuh korban.

Ketiga korban yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Siti Solihah (50) beserta dua anaknya, Afiah Al Adilah Jamaludin (28) dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14).

Saat ditemukan, kondisi jenazah menunjukkan ciri-ciri medis yang identik, yakni mulut berbusa serta adanya ruam merah di beberapa bagian tubuh. Ketiga jenazah kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Di sisi lain, harapan polisi untuk mendapatkan keterangan langsung dari internal keluarga kini tertuju pada Abdullah Syauqi Jamaludin (23). Anak ketiga dari keluarga tersebut merupakan satu-satunya anggota keluarga yang ditemukan masih bernyawa di lokasi kejadian, meskipun dalam kondisi kritis.

Syauqi saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik.

Polisi belum berani berspekulasi apakah kasus ini murni keracunan makanan, tindakan kriminal oleh pihak luar, atau motif lainnya.

Penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) terus dikembangkan dengan mencari barang bukti tambahan yang dapat menjelaskan asal-usul ruam merah dan penyebab mulut berbusa pada para korban.