Info Lalin Tol Batang: Arus ke Semarang Padat Akibat Evakuasi Truk Muatan Besi di KM 354

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kecelakaan lalu lintas serius terjadi di ruas Tol Batang arah Semarang, tepatnya di KM 354, pada Minggu siang, 4 Januari 2026.

Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.52 WIB ini melibatkan sebuah truk kontainer bermuatan besi dan satu unit mobil pribadi. Akibat kejadian tersebut, kondisi mobil pribadi dilaporkan ringsek parah karena terhimpit tumpukan besi muatan yang jatuh dari truk di lajur kanan jalan tol.

Berdasarkan laporan dari PT Jasa Marga, kecelakaan ini dikategorikan sebagai kecelakaan beruntun yang menutup lajur dua dan bahu jalan bagian dalam atau kanan.

Kejadian ini berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas yang menuju ke arah Semarang. Hingga pukul 14.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau cukup parah, dengan antrean kendaraan yang mengular mulai dari kawasan Kandeman KM 353 hingga mencapai KM 358.

Petugas jalan tol telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi yang cukup sulit. Sebuah unit mobil crane atau mobile crane didatangkan khusus untuk mengangkat material besi yang menindih kendaraan agar jalur dapat segera dibersihkan.

Proses evakuasi ini memakan waktu beberapa jam sehingga pihak pengelola tol harus melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional guna mengurangi penumpukan kendaraan.

Belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian dan petugas medis dilaporkan masih berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama serta melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pengendara yang hendak melintas di jalur tersebut diimbau untuk tetap waspada atau mencari jalur alternatif melalui jalan arteri untuk menghindari kemacetan panjang.

Hingga berita ini diturunkan, kepadatan masih terus terjadi di sekitar area penanganan kecelakaan di KM 354. Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman dan memastikan muatan kendaraan terikat dengan sempurna guna mencegah insiden serupa terjadi di kemudian hari.