JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kemitraan strategis dengan organisasi Al Jamiyatul Washliyah untuk mempercepat pengembangan usaha berbasis koperasi di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi guna mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berkeadilan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menandatangani langsung nota kesepahaman (MoU) tersebut di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Penandatanganan ini disaksikan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi, serta Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah Masyhuril Khamis.
Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan manifestasi amanat konstitusi untuk menjadikan koperasi sebagai sokoguru ekonomi bangsa.
Kemitraan ini akan berfokus pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, serta akselerasi digitalisasi koperasi, khususnya yang berbasis syariah.
“Kami sangat terbuka dengan keterlibatan organisasi keagamaan. Koperasi bukan hanya milik kementerian, melainkan sebuah gerakan negara.
Melalui Al Jamiyatul Washliyah, kami ingin memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif mulai dari tingkat desa,” ujar Ferry Juliantono.
Salah satu target utama dari sinergi ini adalah dukungan terhadap gerakan nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Al Washliyah diharapkan mampu mengoptimalkan jaringan luasnya untuk menghadirkan unit simpan pinjam syariah yang dapat menjadi sarana pendidikan ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
Ketua Umum Al Jamiyatul Washliyah, Masyhuril Khamis, menyatakan kesiapan organisasinya dalam mendukung visi pemerintah.
Meski selama 95 tahun fokus pada bidang sosial-keagamaan dan pendidikan, dalam lima tahun terakhir Al Washliyah telah mulai berekspansi ke sektor penguatan ekonomi umat.
“Kami telah memiliki lembaga ekonomi termasuk koperasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat terimplementasi secara nyata, sejalan dengan visi luar biasa pemerintah untuk membangun ekonomi lokal yang kokoh dan berkelanjutan,” tutur Masyhuril.














