Kemitraan Strategis Indonesia-Guangxi: Dari Transportasi Hijau hingga Pusat AI ASEAN-Tiongkok

JurnalPatroliNews – Beijing – Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, secara khusus mendorong penguatan kemitraan di bidang Kecerdasan Buatan (AI) antara Indonesia dan Wilayah Otonomi Guangxi.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Sekretaris Komite Partai Komunis Tiongkok (PKT) Guangxi, Y.M. Chen Gang, di KBRI Beijing, Jumat (13/3/2026).

Dubes Djauhari menilai Guangxi memiliki potensi besar dalam pengembangan AI yang relevan dengan kebutuhan pembangunan strategis di tanah air, mulai dari sektor kesehatan, pariwisata, hingga pertanian cerdas.

“Guangxi memiliki potensi besar di bidang AI yang tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian cerdas, tapi juga bidang kesehatan dan budaya serta pariwisata,” ujar Djauhari dalam keterangan resminya, Selasa (17/3/2026).

Kerja sama ekonomi antara kedua wilayah sejatinya tengah berada di tren positif. Tahun lalu, nilai perdagangan Indonesia-Guangxi melonjak 40 persen dengan total mencapai USD 4,73 miliar. Perusahaan asal Guangxi pun tercatat aktif berinvestasi di Indonesia, khususnya pada sektor transportasi hijau serta produksi alat berat.

Menanggapi usulan tersebut, Chen Gang menyambut baik peluang kolaborasi AI yang lebih konkret. Ia memaparkan bahwa di Nanning, ibu kota Guangxi, telah berdiri Pusat Aplikasi AI ASEAN-Tiongkok. Teknologi ini bahkan telah sukses digunakan untuk identifikasi hama dan peningkatan produksi pangan di China.

Selain investasi fisik, penguatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi poin penting. Melalui kerja sama pendidikan vokasi yang ditandatangani tahun 2024, berbagai universitas di Indonesia kini terhubung langsung dengan industri asal Guangxi guna memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja lokal.

Djauhari juga menegaskan peran vital Guangxi sebagai “pintu gerbang” utama hubungan ASEAN-China melalui ajang tahunan ASEAN-China Expo (CA Expo).

“CA Expo memainkan peran strategis dalam mendukung diversifikasi ekspor Indonesia ke pasar Tiongkok,” pungkasnya.