JurnalPatroliNews – Bekasi – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bekasi Selatan, Muhamad Kevin Pradana, membantah tuduhan pelecehan dan kekerasan terhadap bawahannya, RDA (28), yang sebelumnya melaporkannya ke pihak kepolisian.
Dalam keterangannya, Kevin menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menilai kasus ini hanya persoalan internal yang dibesar-besarkan.
“Sebenarnya itu bukan tindakan kekerasan. Ini hanya alasan perempuan itu untuk mendapatkan dukungan dari media karena dia tidak bisa membalas saya secara fisik,” ujar Kevin, Jumat (24/10/2025).
Ia menuding bahwa bawahannya tersebut mencoba menggunakan simpati publik untuk menjatuhkan reputasinya. “Ini cuma masalah internal yang dibesar-besarkan saja. Karena dia bawahan dan saya atasan, dia tidak mampu membalas sebagaimana,” ujarnya.
Kevin juga menyebut bahwa RDA berusaha membangun opini publik negatif terhadap dirinya. “Dia menggunakan power of public atau netizen untuk membuat saya merasa bersalah. Padahal kenyataannya tidak seperti itu,” ucapnya.
Terkait beredarnya rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya memegang tangan RDA, Kevin membantah bahwa tindakan itu merupakan bentuk pelecehan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut adalah upaya meminta maaf agar hubungan kerja bisa kembali baik.
“Dalam rekaman CCTV, saya memegang tangannya secara kencang. Tidak mungkin saya melakukan pelecehan di depan karyawan atau di dalam kantor sendiri,” tegas Kevin.
Ia juga mengeluhkan sikap bawahannya yang dianggap tidak menghormati posisinya sebagai atasan. “Sebenarnya dia tidak menghargai saya sebagai atasan. Kalau bicara, saya dianggap arogan,” katanya.
Sementara itu, Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota membenarkan telah menerima laporan dugaan pelecehan dan kekerasan tersebut.
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami sudah menerima laporan. Anggota kami telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para pihak. Pelapor belum bisa dimintai keterangan karena sakit,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dari lokasi kejadian. “Visum, cek TKP, kami minta CCTV, dan semoga proses ini segera selesai,” ungkap Braiel.














