JurnalPatroliNews – Jakarta – Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan perkembangan terbaru terkait insiden kecelakaan kerja maut yang menewaskan empat orang pekerja di proyek bangunan bertingkat Jalan TB Simatupang, Jagakarsa.
Selain menelan korban jiwa, tiga pekerja lainnya dilaporkan masih dalam perawatan intensif akibat mengalami sesak napas akut.
Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengonfirmasi bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan medis serta proses identifikasi lebih lanjut.
“Tiga korban yang mengalami sesak napas teridentifikasi atas nama UJ (41), AJ (37), dan SN (63). Ketiganya merupakan warga asal Purwakarta, Jawa Barat,” ujar Kompol Murodih di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (4/4).
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti timbulnya sesak napas yang dialami para korban selamat. Muncul dugaan kuat bahwa para pekerja menghirup gas beracun yang terkumpul di dalam tangki penampungan air yang tertutup rapat sebelum proses pengurasan dilakukan.
“Terkait dugaan gas beracun, saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam. Kami akan sampaikan perkembangannya setelah hasil laboratorium dan olah TKP lanjutan selesai,” tambahnya.
Insiden tragis ini terjadi pada Jumat (3/4) pukul 10.00 WIB. Kejadian bermula saat salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang penampungan air saat tutupnya dibuka.
Rekan-rekan kerja yang mencoba menolong tanpa dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan tabung oksigen justru ikut terjatuh dan terjebak di dalam kondisi ruang terbatas yang minim sirkulasi udara.
Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Selatan kini tengah menyoroti standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja di area proyek tersebut guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja.














