Korupsi Rp 1,6 Triliun Guncang Ukraina, Nama Presiden Zelensky Terseret

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kasus korupsi berskala besar kembali mengguncang Ukraina dan menyeret nama-nama penting, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky.

Skandal senilai sekitar Rp 1,6 triliun di sektor energi ini tidak hanya mengungkap penyalahgunaan kekuasaan, tetapi juga memperlihatkan keterlibatan orang-orang terdekat presiden.

Situasi ini terjadi di tengah perang berkepanjangan dan rentannya infrastruktur energi akibat serangan Rusia, sehingga menambah tekanan besar terhadap pemerintah Ukraina.

Penyidik Ukraina menuding Timur Mindich, sosok yang dikenal sebagai sekutu dekat serta rekan bisnis lama Zelensky, sebagai dalang skema korupsi bernilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun.

Laporan media internasional mengungkap bahwa skandal ini memperpanjang daftar persoalan korupsi yang telah lama membayangi negara tersebut.

Investigasi mendalam dilakukan Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) bersama Kejaksaan Khusus Antikorupsi (SAP), dan telah berlangsung selama lebih dari 15 bulan.

Tekanan publik kian meningkat karena beberapa tokoh yang diduga terlibat merupakan bagian dari lingkaran profesional maupun personal Zelensky.

Nama mantan Wakil Perdana Menteri Oleksiy Chernyshov dan Menteri Kehakiman Herman Halushchenko muncul dalam daftar figur yang turut terseret.

Sementara itu, perusahaan energi nuklir negara, Energoatom, menjadi lokasi utama terjadinya penyimpangan keuangan.

Kondisi ini memaksa Zelensky berjanji melakukan reformasi menyeluruh melalui pergantian manajemen, audit total, hingga restrukturisasi berbagai perusahaan energi milik negara.

Tuduhan terhadap Mindich disebut sebagai bab terbaru dari rentetan skandal di sektor energi Ukraina. Penggelapan dana justru terjadi ketika infrastruktur energi negara sedang gencar diserang drone dan rudal Rusia, sehingga memicu kemarahan publik yang khawatir terhadap keamanan pasokan listrik nasional, terutama menjelang musim dingin.

Melalui pernyataan di platform X, Zelensky menegaskan bahwa pemerintah akan membuka ruang kerja sama penuh dengan aparat penegak hukum serta melakukan perombakan besar di sektor energi.

Energoatom dijadwalkan memiliki dewan pengawas baru, disusul perubahan pimpinan di Ukrhydroenergo, Naftogaz, hingga operator transmisi gas negara.

Di sisi lain, NABU menyatakan telah menahan lima orang dan mengajukan tuntutan terhadap tujuh anggota organisasi yang terkait skema korupsi tersebut.

Kepala investigasi NABU, Oleksandr Abakumov, menyebut Mindich kabur meninggalkan Ukraina sesaat sebelum penggerebekan dilakukan. SAPO juga menuduh Menteri Kehakiman Herman Galushchenko menerima keuntungan pribadi dari Mindich sebagai imbalan kontrol aliran dana sektor energi.

Skandal ini memicu krisis kepercayaan publik serta mendapat reaksi keras dari negara-negara Eropa. Reformasi antikorupsi menjadi syarat utama Ukraina untuk melangkah menuju keanggotaan Uni Eropa.

Setiap hambatan dalam proses tersebut berpotensi memperlambat aksesi secara signifikan. Situasi ini menjadi ujian besar bagi Zelensky di tengah sorotan global yang semakin intens.