JurnalPatroliNews – Badung – Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dramatis terhadap seorang warga negara asing (WNA) yang ditemukan tewas tersangkut di dalam gorong-gorong di kawasan Canggu, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (14/12/2025).
Korban yang diketahui berjenis kelamin perempuan tersebut diduga kuat meninggal dunia setelah nekat menerobos banjir bandang dengan sepeda motor.
Jasad korban ditemukan tersangkut di gorong-gorong lingkungan Perumahan Canggu Pertiwi, Desa Tibubeneng, bersama sepeda motor yang digunakannya.
Koordinator Tim Basarnas, Kadek Nurjana, menjelaskan bahwa proses evakuasi sempat mengalami kendala. Tim SAR menerima laporan dari warga sejak Minggu pagi, namun belum dapat langsung menjangkau korban karena tingginya debit air yang menutupi akses evakuasi.
“Kami pagi tadi datang dapat informasi dari warga, tetapi kami belum bisa melakukan evakuasi terhadap korban akibat air yang penuh dan besar yang menutupi akses kami,” ujar Kadek Nurjana.
Setelah intensitas hujan mereda dan debit air mulai surut, warga bersama tim SAR berupaya mengalihkan aliran air menggunakan papan dan potongan kayu. Upaya tersebut akhirnya membuka akses menuju lokasi korban.
Tim kemudian menemukan korban tersangkut di antara potongan pohon dan pipa PDAM di dalam gorong-gorong, dalam kondisi tidak bernyawa. Sepeda motor korban juga ditemukan berada di lokasi yang sama.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, banjir bandang terjadi akibat curah hujan lebat yang mengguyur wilayah Badung sejak Sabtu (13/12/2025) malam hingga dini hari. Akibat hujan ekstrem tersebut, ketinggian air di lokasi kejadian dilaporkan mencapai sekitar dua meter.
Seorang warga setempat, I Wayan Sudirta, mengatakan peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 02.00 Wita. Menurutnya, warga sempat memperingatkan korban agar tidak melintasi jalur tersebut.
“Bule itu datang saat air sudah besar. Warga sudah melarang, tetapi dia tetap nekat menerobos air dan akhirnya terjatuh lalu terbawa arus,” ungkap Sudirta.
Ia menambahkan, jalur tersebut sejatinya merupakan jalan dangkal yang berubah menjadi aliran air deras ketika terjadi hujan lebat, sehingga sangat berbahaya untuk dilalui.
Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Prof Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, identitas lengkap korban, termasuk nama dan asal negara, masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.














