Lewat Gerakan One Action One Tree, BLDF dan Pemuda Kudus Pulihkan Ekosistem Muria

JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya pelestarian ekosistem di lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapat suntikan energi baru melalui penanaman 60.321 bibit pohon Multi-purpose Tree Species (MPTS).

Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) merealisasikan penanaman tersebut pada Selasa, 10 Februari 2026, sebagai bentuk konversi dari gerakan digital One Action One Tree (OAOT).

Program ini melibatkan partisipasi aktif 650 anak muda yang mengubah aktivitas olahraga mereka, seperti lari dan bersepeda, menjadi kontribusi nyata bagi penghijauan lingkungan.

Bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif, mulai dari mangga, alpukat, pamelo, kelengkeng, durian, matoa, hingga cengkeh. Pemilihan jenis pohon ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi sirkular bagi masyarakat setempat.

Selain berfungsi secara ekologis untuk menahan erosi dan menjaga ketersediaan air tanah, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para petani di masa depan.

Gerakan ini juga mendukung sistem agroforestri kopi yang selama ini menjadi penopang hidup warga di lereng Muria.

Direktur Komunikasi Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menjelaskan bahwa OAOT merupakan ikhtiar untuk menjembatani gaya hidup generasi masa kini dengan aksi lingkungan yang berkelanjutan. Dalam kurun waktu dua bulan, aktivitas fisik para peserta yang mencapai puluhan ribu kilometer berhasil dikonversi menjadi puluhan ribu bibit.

Aksi ini dilakukan secara kolaboratif bersama Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria), mahasiswa Siap Darling, dan kelompok petani lokal untuk memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dan terjaga dengan baik.

Selain fokus pada penanaman, kegiatan ini juga memberikan nilai tambah melalui pelatihan pengolahan kopi pascapanen bagi para petani. Hal ini dilakukan agar kualitas Kopi Muria semakin meningkat dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Upaya komprehensif ini mendapat apresiasi dari Kementerian Kehutanan RI yang menilai bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk menjaga fungsi ekologis pegunungan.

Kehadiran ribuan bibit baru ini diharapkan mampu memulihkan kondisi mata air di lereng Muria yang dilaporkan sempat mengalami kondisi kritis dalam beberapa tahun terakhir.