Lewat Unggahan Menlu Sugiono, Konjen RI Istanbul Pastikan Sembilan WNI GSF Segera Pulang

JurnalPatroliNews – Jakarta – Tabir mengenai dugaan adanya perlakukan keji dan tidak manusiawi yang menimpa para pejuang kemanusiaan di dalam penjara Israel kini mulai terkuak secara benderang ke ruang publik.

Sembilan orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam draf misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) terkonfirmasi telah berhasil dievakuasi dan kini berada di bawah perlindungan ketat pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul, Turki.

Di hadapan petugas diplomatik, para relawan dan jurnalis tersebut membongkar draf pengakuan mengejutkan mengenai adanya serangkaian tindakan kekerasan fisik yang mereka rasakan selama masa penahanan darurat oleh militer Israel.

Pernyataan bernada duka sekaligus draf kepastian keselamatan tersebut disuarakan langsung oleh Konsul Jenderal RI Istanbul, Darianto Harsono. Melalui rekaman video singkat yang dipublikasikan secara resmi lewat akun Instagram pribadi milik Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Jumat (22/5), Darianto menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berkumpulnya para WNI tersebut di kantor perwakilan RI.

Darianto menguraikan dalam draf laporannya bahwa pihak Konjen Republik Indonesia di Istanbul, bersyukur karena saat ini sembilan saudara sebangsa yang berjuang dalam misi GSF telah berada bersama tim KJRI dalam kondisi sehat walafiat.

Kendati secara umum draf kondisi fisik mereka terpantau stabil, Darianto tidak menampik adanya fakta pilu di lapangan di mana di antara para WNI tersebut didapati ada yang sempat mengalami tindakan kekerasan fisik, mulai dari ditendang, dipukul, hingga mengalami penyiksaan dengan cara disetrum arus listrik oleh aparat keamanan setempat.

Fokus Pemulangan Kloter Pertama Menuju Tanah Air Pasca-berhasil mengamankan seluruh draf korban dari perimeter otoritas Israel, fokus kerja utama dari jajaran staf KJRI Istanbul kini diarahkan sepenuhnya pada persiapan teknis untuk memulangkan para WNI tersebut menuju Indonesia.

Langkah koordinasi dengan maskapai penerbangan internasional dikabarkan terus diintensifkan agar proses pemulangan dapat berjalan lancar tanpa kendala administrasi baru.

Di dalam tayangan draf video yang dibagikan ke tengah masyarakat luas, nampak dengan jelas kesembilan orang WNI tersebut berdiri berjejer dengan draf pakaian rapi tepat di belakang posisi berdiri sang konsuler.

Di dalam rombongan barisan korban penahanan sepihak tersebut, terlihat pula kehadiran dua orang jurnalis senior dari media Republika, yakni Thoudy Badai serta Bambang Noroyono.

Darianto menutup draf keterangan resminya dengan menegaskan bahwa pihak konjen akan segera mengatur skema kepulangan saudara-saudara WNI ke Tanah Air dalam kesempatan pertama, serta melayangkan draf ucapan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang terus memanjatkan doa bagi keselamatan tim GSF.