JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, memberikan pembekalan sekaligus melepas ribuan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sebanyak 2.328 mahasiswa semester V hingga VII dijadwalkan menjalani pengabdian selama 40 hari di 10 kabupaten dan kota di wilayah Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar—yang akrab disapa Cak Imin—menyampaikan pesan kepedulian dan dukungan moril kepada para mahasiswa yang akan menjalankan tugas di sejumlah daerah yang masih berada dalam situasi pemulihan pascabencana.
Ia mengajak seluruh peserta KKN untuk mendoakan masyarakat terdampak agar diberikan keteguhan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan, serta berharap proses pemulihan daerah berjalan dengan baik.
“Kalian akan terjun langsung membantu masyarakat yang sedang diuji oleh bencana. Ini adalah peristiwa besar yang membutuhkan empati dan kepedulian kita semua. Semoga masyarakat diberi ketabahan dan wilayah terdampak dapat segera bangkit,” ujar Cak Imin pada Rabu (17/12/2025).
Cak Imin juga mengingatkan para mahasiswa untuk mensyukuri kesempatan yang dimiliki, mengingat tidak semua anak bangsa memperoleh peluang menempuh pendidikan tinggi dan menjalankan pengabdian langsung kepada masyarakat.
Ia menilai program KKN menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa, khususnya di tengah dinamika sosial yang terus berubah dengan cepat. Menurutnya, tantangan zaman saat ini tidak bisa dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama dan semangat kebersamaan.
“Kita hidup di era perubahan besar. Semua persoalan hanya bisa diatasi dengan kolaborasi dan gotong royong. Tidak ada lagi kerja sendiri-sendiri. Setiap orang dituntut untuk tumbuh bersama,” tegasnya.
Selain itu, Cak Imin menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan teknologi hingga krisis lingkungan. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut semua generasi untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Perubahan hari ini sangat cepat. Bukan hanya anak muda, generasi tua pun harus menyesuaikan diri. Mereka yang berhasil adalah yang mau terus belajar dan berani menghadapi perubahan,” katanya.
Ia memandang KKN sebagai wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori dan gagasan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di masyarakat. Cak Imin bahkan berbagi pengalaman pribadinya saat mengikuti KKN semasa kuliah.
“KKN adalah ruang untuk menguji ide dan pemikiran di lapangan. Saya juga pernah KKN saat kuliah di UGM. Bedanya, dulu saya sudah merasa tua, sementara kalian masih penuh energi,” ujarnya sambil disambut tawa.
Menutup arahannya, Cak Imin berpesan agar mahasiswa tidak ragu menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial.
“Kalau ingin maju dan berkembang, jangan menghindari masalah. Hadapi, pahami, dan carikan solusinya. Mereka yang mampu membaca tantangan dan menjawabnya dengan solusi nyata akan menjadi pemenang,” pungkasnya.














