JurnalPatroliNews | Melawi — Persoalan dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan dugaan lokasi aktivitas transaksi narkotika memunculkan desakan agar aparat kepolisian segera melakukan penelusuran dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum.
Video yang beredar melalui platform TikTok tersebut disebut telah ditonton puluhan ribu kali. Dalam tayangan itu, terdapat narasi yang menyinggung dugaan aktivitas transaksi narkoba serta kegiatan mencurigakan di salah satu kawasan jalan pasar di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Informasi tersebut mendapat perhatian dari Lumbung Informasi Borneo Act Sweep (LIBAS). Jasli, salah seorang dari lembaga tersebut, menilai maraknya informasi mengenai dugaan peredaran narkoba menjadi tantangan serius bagi Kapolres Melawi yang baru menjabat.
“Ini adalah tantangan buat Kapolres Melawi yang baru menjabat, karena narkoba sudah sangat meresahkan di Kabupaten Melawi,” kata Jasli saat berbincang dengan media ini, Jumat (21/8/2026).
Menurut Jasli, persoalan narkoba di Melawi bukan isu yang dapat dipandang sebelah mata. Ia bahkan mengingatkan adanya kasus beberapa tahun lalu yang melibatkan seorang oknum anggota Polri di lingkungan Polres Melawi.
Oknum tersebut, kata Jasli, pernah terseret perkara narkoba ketika masih menjalankan tugas sebagai ajudan Kapolres.
“Bahkan Melawi juga pernah dihebohkan beberapa tahun lalu, salah seorang oknum anggota Polri Resort Melawi terjerat kasus narkoba, bahkan saat itu menjabat selaku ajudan Kapolres,” ujarnya.
Jasli menilai kasus tersebut semestinya menjadi pelajaran penting bagi aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Menurut dia, jaringan narkoba dapat berkembang apabila pengawasan dan penindakan tidak dilakukan secara konsisten.
Namun demikian, informasi mengenai dugaan jaringan maupun aktivitas peredaran narkoba yang disebut dalam video tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.
Jasli juga menyoroti bagian lain dari video yang beredar di media sosial. Dalam narasi tayangan tersebut disebut adanya sebuah rumah di kawasan Jalan Dharma Bakti, Tanjung Niaga, yang diduga menjadi lokasi transaksi narkoba.
Lokasi yang disebut dalam video berada di sekitar kawasan depan Gereja GPDI Filadelfia. Dalam tayangan tersebut juga diklaim terdapat aktivitas yang dianggap mencurigakan pada waktu-waktu tertentu.
Meski demikian, tudingan tersebut belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum dilakukan pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat berwenang.
Karena itu, Jasli meminta aparat kepolisian tidak mengabaikan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap informasi mengenai dugaan peredaran narkoba seharusnya menjadi bahan awal untuk dilakukan verifikasi dan penyelidikan.
Ia juga meminta Kapolres Melawi yang baru dapat segera merespons keresahan masyarakat dengan langkah konkret.
“Saya berharap Kapolres Melawi segera menindaklanjuti dugaan salah satu bandar yang disebut ada dalam narasi video yang beredar tersebut agar masyarakat tidak resah,” katanya.
Dalam video yang dimaksud, terdapat penyebutan inisial DN yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan aktivitas peredaran narkoba. Namun, identitas maupun keterlibatan pihak yang disebut dalam video tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pembuktian aparat penegak hukum.
Desakan tersebut sekaligus menempatkan pemberantasan narkoba sebagai salah satu tantangan penting bagi jajaran Polres Melawi. Terlebih, informasi terkait dugaan peredaran narkotika yang menyebar cepat melalui media sosial berpotensi meningkatkan keresahan publik.
Penanganan perkara narkoba membutuhkan langkah yang terukur. Informasi masyarakat perlu diverifikasi, lokasi yang disebut perlu ditelusuri, sementara pihak-pihak yang diduga terlibat harus diproses berdasarkan alat bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.
Di sisi lain, kepolisian juga dituntut berhati-hati agar informasi yang masih berupa dugaan tidak berkembang menjadi tuduhan terhadap pihak tertentu tanpa dasar hukum.
Karena itu, langkah penyelidikan secara profesional dan transparan menjadi penting untuk menjawab apakah informasi dalam video tersebut memiliki dasar faktual atau justru sebatas klaim yang beredar di media sosial.
Bagi masyarakat Melawi, penanganan serius terhadap dugaan peredaran narkoba bukan hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga menyangkut upaya menjaga lingkungan sosial dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah Polres Melawi dalam merespons informasi tersebut. Jika ditemukan bukti adanya tindak pidana narkotika, tindakan tegas sesuai hukum tentu menjadi kebutuhan. Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak terbukti, klarifikasi resmi juga penting agar tidak menimbulkan keresahan maupun tuduhan tanpa dasar.















Komentar