Menaker Yassierli Targetkan Serapan Lulusan Vokasi Mini Campus Minimal 80 Persen

JurnalPatroliNews – Bekasi – Kementerian Ketenagakerjaan mempercepat langkah transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Productivity di seluruh wilayah Indonesia menjadi pusat pembelajaran Mini Campus yang adaptif dan modern.

Upaya strategis ini dilakukan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang selaras dengan dinamika kebutuhan dunia kerja serta perkembangan sektor industri saat ini.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa konsep Mini Campus dirancang untuk mengubah fungsi balai agar tidak sekadar menjadi tempat pelatihan kerja konvensional.

Ke depan, lembaga tersebut akan bertransformasi menjadi pusat pembelajaran vokasi terintegrasi yang mampu membangun ekosistem pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Penjelasan tersebut disampaikan secara langsung oleh Menaker saat membuka kegiatan Strategi dan Kick-Off Transformasi BPVP yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu kemarin.

Melalui konsep baru ini, jaringan balai pelatihan diproyeksikan menjadi pusat keunggulan vokasi yang didukung penuh oleh sarana prasarana modern serta implementasi teknologi mutakhir.

Ketersediaan fasilitas canggih tersebut diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga inovatif dan siap diserap oleh pasar kerja global.

Yassierli mengaku sangat optimistis bahwa pembaruan sistem ini akan memperkuat peran lembaga dalam menjawab berbagai tantangan ketenagakerjaan di masa depan.

Menaker bahkan secara tegas menargetkan tingkat keterserapan hasil lulusan pelatihan vokasi dari Mini Campus ini mampu mencapai angka minimal 80 persen.

Guna mendukung kelancaran program transformasi tersebut, pihak kementerian terus memperluas aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat luas.

Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menyediakan puluhan ribu paket pelatihan gratis bersertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang diintegrasikan dalam portal SIAPKerja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Darmawansyah, menegaskan pentingnya relevansi ekosistem pelatihan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, lembaga pelatihan harus mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi yang responsif terhadap pergeseran tren pasar kerja agar memberikan manfaat nyata.

Darmawansyah juga menambahkan bahwa pembenahan ini bukan sekadar menyasar perubahan struktur organisasi, melainkan juga merombak cara kerja serta budaya layanan internal.

Melalui langkah pembaruan ini, Kementerian Ketenagakerjaan berharap balai pelatihan vokasi semakin inovatif dan berorientasi pada hasil nyata demi melahirkan talenta unggul nasional.

Komentar