JurnalPatroliNews – Surakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi dikukuhkan pada Sabtu (4/10) di Gedung Monumen Pers Indonesia, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Acara pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, yang hadir untuk memberikan dukungan pada kebebasan pers dan peran penting PWI dalam menjaga martabat pers Indonesia.
Sekitar 134 pengurus PWI Pusat dilantik oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN Antara. Dalam sambutannya, Munir menegaskan bahwa persatuan adalah kunci kebangkitan organisasi PWI, yang sempat terpuruk akibat konflik internal.
“Tanpa persatuan, organisasi PWI lumpuh. Dengan persatuan, PWI kini bisa kembali berperan menjaga martabat pers Indonesia,” ujar Munir yang juga mengingatkan perjalanan PWI hingga tercapainya persatuan melalui Kongres di Cikarang pada Agustus 2025.
Munir juga menegaskan bahwa PWI mengemban misi untuk mewujudkan kehidupan pers yang merdeka, profesional, bermartabat, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.
Meutya Hafid dalam pidatonya menyampaikan bahwa pengukuhan PWI Persatuan merupakan simbol penting dari kebebasan pers yang menjadi cahaya kebenaran untuk bangsa.
“Pengukuhan ini menegaskan kembali arti penting pers sebagai cahaya kebenaran dan persatuan bangsa,” ungkap Meutya, yang juga mengenang masa-masa diskusi dengan para senior wartawan mengenai upaya penyatuan PWI.
Menkomdigi mengungkapkan bahwa setelah dilantik menjadi Menteri, ia menerima kunjungan dari sejumlah senior wartawan yang mendesaknya untuk mendukung penyatuan PWI yang saat itu terbelah.
Pemerintah, kata Meutya, memutuskan untuk tidak ikut campur dalam proses tersebut demi menjaga independensi pers Indonesia.
“Pemerintah menjaga betul sejauh mana kami tidak terlibat dalam penyatuan ini. Kami memposisikan diri untuk tidak sedikit pun melakukan intervensi,” tegasnya.
Menurut Meutya, lahirnya PWI Persatuan adalah langkah penting dalam memperkuat peran pers yang independen dan profesional. Dengan pers yang kuat, kata Meutya, demokrasi Indonesia akan semakin kokoh.
Acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Karobinopsnal Baharkam Polri Brigjen Pol. Erwin Kurniawan, Wakapolda Jateng Kombes Pol Latif Usman, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani.














