Mereka Disebut Jokowi’s Angels

  • Whatsapp
Istimewa

Mengenakan setelan blazer hitam dengan celana panjang dilengkapi kaca mata hitam dan earphone khusus mereka berdiri di sekeliling Presiden Jokowi dengan sikap kuda kuda siaga, tidak ubahnya dengan Paspampres -Pasukan Pengawal Presiden – laki laki.

Dibalik kaca mata hitamnya, tidak ada yang tahu ke arah mana mata mereka memandang.
Tapi sekedar tahu saja..

Bacaan Lainnya

Mereka memakai rompi khusus anti peluru, alat komunikasi dan minimal dua pucuk senjata api dan pisau lempar tersenbunyi ada pada sosok sosok ayu itu. Dan percayalah, mereka mahir mengunakannya…

Mereka amat terlatih.Kemampuan Paspampres perempuan ini tidak perlu diragukan apalagi mereka siap mengorbankan nyawanya jadi tameng bagi yang dikawal. Jadi jangan coba coba membuat gerakan yang mencurigakan.

Para Paspampres perempuan ini diambil dari tigai matra TNI.. AD, AL, AU dan merupakan anggota terbaik.

Kemampuan fisiknya diukur dari kemampuan menyelam tanpa alat bantu, berenang hingga jarak 500 meter, berjalan cepat sejauh 1 km dalam hitungan 7 menit, jago menembak, dan bela diri.

Selain kemampuan fisik dan mahir berbahasa Inggris., IQ dan kecerdasan emosional mereka sangat baik. Itu tuntutan persyaratan lain untuk mereka.

Kecerdasan emosional sangat dibutuhkan untuk membaca situasi.

Misalnya saat situasi kisruh akibat antusiasme masyarakat yang berdesak desakan ingin berfoto atau merangkul yang dikawal, mereka tidak diperkenankan membentak atau melakukan kontak fisik kasar.

Para Paspampres dituntut harus sigap, tegas, tapi juga lemah lembut. Humanis.

Sikap mereka tentu bisa berbeda dalam berbagai situasi. Contohnya, ketika pada 25 Apri 2018, di Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat Jokowi memasuki bibir kapal Venus Leader yang akan membawa 400 Xpander ke Filipina bersama tamu khusus, Paspampres perempuan membentuk lingkaran mengelilingi Jokowi.

Mereka berdlri dengan sikap siaga, memasang wajah serius, mengintimidasi pada sekelilingnya.

Dari sikap mereka jelas sekali terbaca doktrin yang ditanamkan TNI. Siap mati di medan tempur jika ada pertempuran. Karena bagi TNI, menjadi Paspampres prinsipnya, “Jadilah tameng peluru bagi Presiden yang sedang dikawal”.

Ingin jadi Paspampres?
Keren sih..Tapi bersiaplah mengorbankan nyawa bagi yang sedang dikawal.

 

Ricke Senduk/Bintaro
(Dari Berbagai Sumber)

 

Pos terkait