JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman bersama Dinas Sosial melakukan tindakan pengamanan terhadap 11 bayi yang ditemukan di sebuah rumah tinggal di Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Jumat (8/5).
Keberadaan belasan anak dengan asal-usul yang belum teridentifikasi ini terungkap setelah munculnya kecurigaan dari masyarakat setempat.
Pihak kelurahan memastikan bahwa lokasi penemuan tersebut bukanlah tempat penitipan anak atau daycare resmi.
Rumah tersebut diketahui milik orang tua dari seorang bidan yang sehari-hari berpraktik di wilayah Kapanewon Gamping.
Diduga, bayi-bayi tersebut dipindahkan dari tempat praktik bidan ke kediaman orang tuanya di Hargobinangun.
Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito, mengonfirmasi bahwa tidak ada izin operasional daycare di wilayahnya untuk alamat tersebut.
Informasi awal menyebutkan bahwa sejumlah bayi ditemukan dalam kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim medis Puskesmas setempat, tiga dari sebelas bayi tersebut terindikasi sedang menderita sakit.
Hingga saat ini, identitas orang tua kandung maupun status hukum dari kesebelas bayi tersebut masih menjadi tanda tanya besar.
Kasus ini telah sepenuhnya dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Sleman untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut, sementara koordinasi dengan Dinas Sosial terus diperketat guna memastikan perlindungan terhadap anak-anak tersebut.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyatakan bahwa penanganan kasus dilakukan secara lintas instansi, melibatkan perangkat Kapanewon, pihak desa, Balai Rehabilitasi Sosial Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinas Sosial, hingga Dinas Pendidikan. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan hak-hak anak selama proses hukum berjalan.
Iptu Argo menegaskan bahwa prioritas utama kepolisian saat ini adalah menjamin keselamatan serta memulihkan kondisi kesehatan bayi-bayi yang diamankan.
Polisi meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja secara profesional guna mengungkap latar belakang keberadaan bayi-bayi tersebut secara tuntas dan adil.














