JurnalPatroliNews – Jakarta – Polres Metro Tangerang Kota terus memperkokoh komitmen pelayanan humanis melalui program “Ngopi Kamtibmas”. Bertempat di Balai Warga RW 03, Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Kamis (2/4) sore, kepolisian duduk bersama masyarakat untuk membedah berbagai persoalan keamanan lingkungan.
Wakapolres Metro Tangerang Kota, AKBP Eko Bagus Riyadi, hadir langsung di tengah warga untuk berdialog sekaligus menyerap keluhan nyata yang terjadi di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Ngopi Kamtibmas merupakan instruksi langsung dari Polda Metro Jaya guna meruntuhkan sekat antara aparat dan rakyat.
“Kegiatan ini menjadi sarana kami untuk lebih dekat, menyampaikan tugas kepolisian, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung tanpa birokrasi yang kaku,” ujar AKBP Eko Bagus Riyadi.
Dalam sesi dialog yang interaktif, warga menyampaikan kegelisahan mereka terkait peredaran narkoba serta maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang diikuti aksi intimidasi oleh debt collector. Menanggapi hal tersebut, AKBP Eko menyarankan langkah preventif di tingkat akar rumput.
“Terkait masalah pinjol dan debt collector, kami sarankan pengurus RT/RW menyusun SOP lingkungan. Setiap pihak luar yang masuk untuk urusan penagihan harus seizin pengurus setempat agar terpantau dan tidak meresahkan,” jelasnya.
Selain isu ekonomi dan narkoba, Wakapolres juga menyoroti pergeseran dinamika kriminalitas yang mulai melibatkan anak di bawah umur.
Menurutnya, pengaruh media sosial yang tidak tersaring serta minimnya pengawasan orang tua menjadi pemicu utama. Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih protektif terhadap aktivitas digital anak-anak mereka.
Sebagai solusi cepat, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 jika menemukan gangguan Kamtibmas. Untuk pencegahan narkoba, warga juga dipersilakan bersurat ke Polsek atau Satuan Narkoba guna mendapatkan penyuluhan rutin.
Acara yang berlangsung hangat ini merupakan implementasi dari program “Jaga Jakarta Plus” yang menekankan pentingnya menjaga aturan dan amanah secara kolektif.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian paket sembako kepada warga sebagai bentuk empati Polri terhadap kondisi ekonomi masyarakat.













