Pemprov DKI Jakarta Intensifkan Teknologi Modifikasi Cuaca Selama Januari

JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara konsisten menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selama satu bulan penuh pada Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi serius guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir besar di wilayah ibu kota.

Pramono menjelaskan bahwa curah hujan di Jakarta saat ini sebenarnya sangat tinggi. Tanpa adanya intervensi teknologi untuk menggeser kumpulan awan hujan, Jakarta berpotensi menghadapi genangan yang lebih parah.

Ia mencontohkan kondisi pada hari Minggu lalu dan Selasa pagi ini, di mana hujan yang turun relatif terkendali berkat operasional pesawat penyemai awan.

Intensitas modifikasi cuaca ini dilakukan dengan sangat masif. Dalam satu hari, Pemprov DKI bahkan bisa menerbangkan pesawat hingga tiga kali untuk memastikan awan hujan bergeser ke wilayah lain sebelum masuk ke daratan Jakarta.

Operasional ini dilakukan sepenuhnya dengan mengacu pada data ilmiah yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Mengenai pendanaan, mantan Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 ini menegaskan bahwa seluruh biaya operasional modifikasi cuaca telah dialokasikan dalam APBD tahun 2026.

Alokasi anggaran ini dipastikan tersedia karena pemerintah daerah telah memprediksi siklus cuaca tahunan yang memerlukan penanganan khusus di awal tahun.

Langkah taktis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman bagi warga Jakarta selama puncak musim hujan.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca harian dan menyesuaikan frekuensi penerbangan modifikasi cuaca sesuai dengan kebutuhan di lapangan.