JurnalPatroliNews – Jakarta -Kawasan ikonik Yogyakarta, mulai dari Tugu Pal Putih, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer, dibanjiri oleh sekitar 500 ribu orang pada malam pergantian tahun baru 2026.
Meskipun jumlah massa sangat masif memenuhi jalanan, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta melaporkan bahwa kondisi kebersihan di kawasan cagar budaya tersebut tetap terjaga dengan baik.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengungkapkan adanya anomali positif dalam pengelolaan sampah tahun ini.
Meski jumlah pengunjung mendekati angka setengah juta orang, volume sampah yang terkumpul tidak mencapai 8 ton. Angka ini dinilai mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode malam tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya.
Proses pembersihan dilakukan secara maraton oleh petugas kebersihan mulai pukul 00.30 WIB. Truk pengangkut sampah melakukan penyisiran sebanyak tiga kali putaran untuk memastikan tidak ada sisa kotoran yang menumpuk di area Tugu hingga Titik Nol. Kendati demikian, sampah berupa tikar plastik bekas alas duduk masih banyak ditemui.
Pihak pengelola mengakui bahwa penertiban penjual alas plastik cukup menantang karena barang dagangan tersebut mudah diselundupkan oleh pedagang musiman.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, total pengunjung yang menyambangi kawasan Malioboro diperkirakan telah menembus angka 1,5 juta orang. Namun, memasuki hari pertama tahun 2026, arus wisatawan mulai menunjukkan penurunan pada siang hari.
Faktor cuaca, terutama hujan yang turun di area kota, menjadi penyebab utama wisatawan mengurungkan niat untuk berjalan-jalan di sepanjang pedestrian Malioboro.
Pemerintah Kota Yogyakarta terus mengimbau pengunjung untuk meminimalkan penggunaan plastik dan membawa pulang sampah pribadi mereka.
Kesadaran wisatawan yang mulai meningkat, ditambah dengan kesigapan petugas di lapangan, menjadi kunci utama Yogyakarta tetap tampil bersih dan nyaman meski menghadapi lonjakan kunjungan yang sangat tinggi di awal tahun ini.














