JurnalPatroliNews – Jakarta – Aparat kepolisian Polres Demak berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya seorang pesilat remaja bernama Mohammad Bimo Saputra (17).
Insiden tragis tersebut terjadi di kawasan Jembatan Layang (Flyover) Ganefo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Para pelaku yang ditangkap memiliki latar belakang usia yang bervariasi, termasuk dua di antaranya yang masih di bawah umur.
Kelima pelaku yang kini telah diamankan adalah WS (28), MBS (21), HNA (17), REA (18) alias Begog, serta seorang remaja berinisial MIA (16).
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, aksi kekerasan tersebut terjadi dalam dua tahap di lokasi yang berbeda namun masih dalam satu kawasan, yakni di atas jembatan layang dan kemudian berlanjut ke bagian bawah jembatan layang.
Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, menjelaskan bahwa pembagian peran para pelaku teridentifikasi dari bukti rekaman video dan keterangan saksi.
Tersangka REA dan MIA diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan pertama di atas Flyover Ganefo dengan cara menginjak-injak korban. Sementara itu, tiga pelaku lainnya diduga ikut melakukan penganiayaan saat korban sudah berada di area bawah jembatan.
Pengeroyokan ini dipicu oleh rasa tersinggung para pelaku ketika melihat korban bersama rekan-rekannya melintas di depan mereka sambil menggeber-geber suara knalpot sepeda motor.
Emosi yang terpancing membuat para pelaku mengejar korban hingga terjadi tindakan kekerasan yang berujung maut. Iptu Anggah menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan konflik antarindividu dan tidak berkaitan dengan perselisihan antarorganisasi perguruan silat.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap seluruh pelaku untuk melengkapi berkas perkara.
Polres Demak berkomitmen untuk memproses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam tindak pidana tersebut. Jenazah korban sendiri telah dilakukan pemeriksaan medis untuk memperkuat bukti kekerasan fisik yang dialaminya.














