JurnalPatroliNews – Denpasar – Aksi pesta minuman keras (miras) yang dilakukan sekelompok pemuda di sebuah rumah kos di Jalan Tunjung Biru, Lingkungan Taruna Bineka, Desa Pemogan, Denpasar, berakhir dengan kericuhan pada Minggu (26/4).
Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas warga dan memaksa aparat kepolisian turun tangan untuk meredam situasi.
Kericuhan ini menyebabkan satu unit mobil Toyota Innova dengan nomor polisi DK 1302 ADF milik warga setempat, Chevy Agung Martadewa, mengalami kerusakan serius.
Kaca belakang mobil tersebut hancur akibat terkena lemparan batu saat bentrokan terjadi di area pemukiman warga tersebut.
Merespons kejadian itu, Polresta Denpasar bergerak cepat dan telah mengamankan seorang pemuda berinisial GAS yang diduga terlibat dalam keributan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
“Sejumlah pelaku lainnya masih dalam penyelidikan. Kami terus mendalami peran masing-masing orang yang terlibat, termasuk mendalami dugaan adanya penggunaan senjata tajam dalam keributan tersebut,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya pada Senin (27/4).
Kronologi kejadian bermula saat belasan pemuda berkumpul untuk mengonsumsi miras sekitar pukul 01.00 WITA.
Situasi mulai tidak terkendali ketika salah satu pemuda secara tidak sengaja memecahkan sloki hingga pecahannya mengenai pemuda lain. Hal ini memicu adu mulut yang dengan cepat berkembang menjadi aksi saling pukul di antara mereka.
Salah satu pemuda berinisial A yang merasa tidak terima atas pemukulan tersebut sempat meninggalkan lokasi, namun kembali lagi dengan membawa sejumlah rekannya untuk melakukan aksi balasan.
Kedatangan kelompok ini memicu bentrokan terbuka yang diwarnai aksi saling lempar batu di depan area kos, sehingga warga sekitar segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, sebagian besar pemuda yang terlibat pesta miras tersebut telah melarikan diri.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika melihat potensi tindak kriminal di lingkungannya. Selain itu, warga diingatkan untuk menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena sering kali menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dan gangguan keamanan di wilayah Bali.














