JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana duka mendalam menyelimuti Jalan Purwo, Kelurahan Deli Tua, Deli Serdang, pasca kedatangan jenazah korban kecelakaan maut kereta api di Tebing Tinggi.
Tragedi yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) petang tersebut merenggut sembilan nyawa, di mana sebagian besar korban merupakan satu keluarga besar.
Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, mengonfirmasi bahwa enam dari sembilan korban tewas adalah warganya. Empat jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka Deli Tua, termasuk seorang balita berusia dua tahun. Sementara itu, dua jenazah lainnya direncanakan akan dimakamkan di wilayah Tanjung Morawa.
Keluarga tersebut diketahui sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara undangan keluarga di Kabupaten Batu Bara.
Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan yang menumpangi Toyota Avanza dengan pelat nomor BK 1657 ABP ini sempat singgah ke Sei Sigiling untuk menjenguk kerabat yang sedang sakit.
Nahas, saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Tebing Tinggi sekitar pukul 18.30 WIB, mobil mereka dihantam kereta api hingga menyebabkan seluruh penumpang dan sopir meninggal dunia.
Pihak desa dan keluarga mengaku sangat terpukul atas kejadian mendadak ini, mengingat perjalanan tersebut awalnya diniatkan untuk menyambung silaturahmi keluarga.














