Rela Mundur Demi Jokowi 3 Periode, Qodari: Saya Gak Mau Berantem

  • Whatsapp
Kredit Foto: Antara/Biro Pers/Lukas

JurnalPatroliNews Jakarta – “Saya sepenuhnya menyadari bahwa posisi saya hari ini adalah aktivis, bukan sebagai surveyor sehingga saya itu mundur dari Persepi,” kata Qodari di kantor Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro), Jalan Tegal Parang Selatan 1, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Qodari menjelaskan alasan mundur dari Persepi, lantaran teman-temannya di perhimpunan tersebut tidak setuju dengan gagasannya ini. “Jadi saya memutuskan mundur karena ada temen-teman yang nggak setuju Jokowi 3 periode. Saya nggak mau kelahi ya dengan teman-teman sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA :

Qodari menceritakan dukungannya kepada Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Hal itu disampaikannya Maret 2021 di salah satu stasiun televisi. Kemudian gayung bersambut banyak masyarakat yang mendukung gagasan itu.

“Kalau ada istitusi (Seknas Jokpro) ini bergerak saya yakin Insya Allah pada saatnya mayoritas setuju,” ungkapnya.

Sebelumnya, Penasihat Jokowi-Prabowo Subianto (Jokpro), M Qodari ini mengatakan, muncul ide menjadikan Jokowi menjadi presiden Indonesia di periode ketiga karena ia dan relawan yang satu visi dengannya tidak ingin adanya polarisasi di masyarakat.

Dia mencontohkan, pada Pilpres 2014-2019 terjadi polarisasi di masyarakat. Bahkan di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu juga mengalami hal yang sama. Masyarakat dengan yang lainnya saling menghujat demi membela yang didukungnya.

Serius menggalang dukungan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari memutuskan mudur dari Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

Qodari mengatakan, dirinya ingin menjadikan Jokowi dan Prabowo berduet sebagai pasangan capres-cawapres tanpa membawa latar belakang lembaganya.

Pos terkait