JurnalPatroliNews – Jakarta – Polda Bali bergerak cepat mengungkap rangkaian kasus kekerasan seksual yang menimpa wisatawan mancanegara (WNA) di Pulau Dewata sepanjang Maret 2026. Dirkrimum Polda Bali, Kombes Pol. I Gede Adhi Mulyawarman, mengonfirmasi pihaknya telah menangkap tiga pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian.
“Terdapat tiga insiden pelecehan seksual berturut-turut di wilayah hukum Polda Bali bulan ini. Kami berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi wisatawan,” tegas Adhi di Mapolda Bali, Jumat (27/3).
Kronologi Tiga Kasus Menonjol Kasus pertama menimpa seorang turis asal China (22) yang diperkosa di semak-semak kawasan Kuta Selatan oleh oknum sopir ojek online pada Senin (23/3).
Kasus kedua terjadi di Seminyak pada Selasa (24/3), melibatkan turis Australia (20). Korban diperkosa oleh oknum security berinisial ABM (29) di area toilet sebuah klub malam saat korban hendak mengambil barangnya yang tertinggal.
Kasus ketiga menimpa turis China (33) di sebuah hotel pada Rabu (25/3). Korban dicabuli oleh pegawai hotel berinisial KY (24).
Modus pelaku adalah berpura-pura membantu korban membuka pintu kamar, namun justru membekap dan melecehkan korban di ruang kosong dekat ruang makan. Beruntung, korban berhasil melarikan diri setelah menggigit jari pelaku.
Imbauan Keamanan dan Penegakan Hukum Polisi berhasil menangkap ABM dan KY di lokasi persembunyian masing-masing sebelum sempat melarikan diri lebih jauh. Para pelaku kini dijerat dengan Pasal 473 dan/atau Pasal 6 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerkosaan dan pelecehan seksual fisik.
Polda Bali mengimbau para turis untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkunjung ke hiburan malam. “Kami meminta wisatawan untuk tidak bepergian sendirian saat dini hari dan selalu memastikan menggunakan layanan transportasi yang legal,” ujar Adhi.
Citra Pariwisata Bali Dipertaruhkan Maraknya kriminalitas terhadap WNA memicu perhatian serius dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Mengingat lebih dari 7 juta turis asing berkunjung ke Bali sepanjang 2025, Koster menjadwalkan pertemuan khusus dengan Kapolda Bali dan Pangdam IX/Udayana.
“Saya tidak ingin kasus kriminal merusak citra keamanan Bali. Kami akan berkoordinasi ketat untuk pemantauan keamanan wisatawan,” kata Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (25/3).
Selain kasus pelecehan, publik juga menyoroti kasus mutilasi WN Ukraina, Igor Komarov, dan pembunuhan WN Belanda, Rene Pouw, yang hingga kini pelakunya masih dalam pengejaran intensif pihak kepolisian.














