Ridwan Kamil Minta Maaf Vaksinasi Berujung Kerumunan di GBLA

  • Whatsapp
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kerumunan dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (17/6).Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino

JurnalPatroliNews – Jakarta, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kerumunan dalam pelaksanaan vaksinasi massal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (17/6).

Kerumunan bermula dari robohnya 11 tenda akibat hujan deras yang disertai angin kencang di Stadion GBLA. Peristiwa tersebut membuat penyuntikan vaksin dipindahkan ke bangunan dalam stadion yang kemudian membuat aturan jaga jarak menjadi buyar.

BACA JUGA :

“Kami selaku Komite Penanganan Covid-19 Daerah meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kerumunan dalam vaksinasi massal di Stadion GBLA. Kami tidak mengantisipasi sebelumnya kemungkinan ada force majeure yang membuat kerumunan seperti yang terjadi,” kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Emil pada hari itu tak berada di Kota Bandung karena tengah mendampingi
Untuk menghindari kejadian serupa pada vaksinasi massal di tempat lain, Pemprov Jabar bersama TNI-Polri berkomitmen untuk terus mengevaluasi sistem pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi massal.

Vaksinasi massal bertajuk Serbuan Vaksinasi tersebut digelar sejak Kamis pagi. Rencananya, target vaksinasi massal di Stadion GBLA mencapai 5.000 orang untuk wilayah Bandung raya.

Sementara itu Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jabar Daud Achmad memastikan peralatan vaksinasi sudah diamankan dengan cepat oleh para petugas di Stadion GBLA Bandung.

“Tidak ada korban luka atas insiden tersebut. Vaksinasi dilanjutkan ke bangunan dalam stadion. Namun, karena tempat yang tidak cukup luas, terjadi kerumunan saat mengantre untuk mendapatkan vaksin,” kata Daud.

Sebelum tenda vaksinasi massal roboh, kata Daud, masyarakat yang akan disuntik vaksin mengantre dengan rapi di luar stadion dan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, ia menuturkan, koordinator vaksinasi itu adalah TNI yang bersinergi dengan Polri, Pemda Provinsi Jabar dan Pemda Kota Bandung.

“Sebelum hujan yang disertai angin kencang, vaksinasi massal berjalan dengan optimal. Masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Pihak keamanan juga menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Gedebage, Kota Bandung, Kamis (17/6), merobohkan tenda vaksinasi Covid-19 massal di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa hujan deras dan angin kencang terjadi sekitar pukul 14.48 WIB. Angin kencang membuat sejumlah tenda roboh, begitu juga kursi hingga meja terbalik akibat sapuan angin.

Panitia akhirnya melanjutkan kegiatan vaksinasi di dalam gedung stadion, yang kemudian berujung menjadi kerumunan karena peserta vaksin panitia tak bisa mengendalikan aturan jaga jarak.

(cnn)

Pos terkait