Rilis Terbaru BMKG: Dampak Tidak Langsung Bibit Siklon 98P, 92S, dan 94W bagi Indonesia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait munculnya tiga bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia pada Selasa (2/2/2026).

Ketiga sistem cuaca tersebut diidentifikasi sebagai bibit siklon 98P, 92S, dan 94W. Meskipun diprediksi memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, pergerakan ketiganya memberikan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem di sejumlah provinsi dan perairan tanah air.

Bibit siklon 98P yang saat ini terpantau di utara Australia memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Maluku bagian tenggara.

Selain hujan, masyarakat di Nusa Tenggara Timur juga diimbau mewaspadai potensi angin kencang. Dampak paling signifikan dari bibit ini terlihat pada kondisi perairan, di mana gelombang laut tinggi mencapai 4 meter atau kategori Rough Sea berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru.

Sementara itu, bibit siklon 92S terdeteksi berada di Samudera Hindia barat daya Lampung. Meski bergerak menjauhi daratan Indonesia ke arah barat, sistem ini menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan barat Bengkulu hingga Lampung.

Di sisi utara, bibit siklon 94W yang berada di sekitar utara Papua berdampak pada potensi hujan lebat dan angin kencang di wilayah Papua Barat Daya, Papua Barat, serta Maluku Utara, disertai gelombang tinggi di Samudera Pasifik utara Papua.

BMKG menekankan agar masyarakat, khususnya para nelayan dan operator pelayaran, untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala.

Kewaspadaan ekstra diperlukan saat beraktivitas di laut lepas, mengingat kondisi perairan dapat berubah sewaktu-waktu akibat pengaruh sistem tekanan rendah ini. Pihak berwenang mengimbau agar standar keselamatan pelayaran dipatuhi guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi.