Strategi Operasi Ketupat 2026: Dari Rekayasa Tol hingga Pengamanan Rumah Ibadah di Seluruh RI

JurnalPatroliNews – Jakarta – Operasi Ketupat 2026 resmi dimulai hari ini, Jumat (13/3/2026), untuk mengamankan pergerakan jutaan pemudik di seluruh Indonesia.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa operasi terpusat ini akan berlangsung selama 13 hari hingga 25 Maret mendatang, dengan mengerahkan sebanyak 161.243 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.

Puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi mulai terjadi pada sore ini, 13-14 Maret, disusul gelombang kedua pada 18-19 Maret 2026. Untuk menjamin kelancaran, Polri telah menyiagakan 2.746 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu di titik-titik strategis.

“Personel akan fokus mengamankan 185.607 objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara,” jelas Kapolri usai apel gelar pasukan di Monas.

Sementara itu, Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, memaparkan bahwa pengamanan dibagi menjadi lima klaster utama, yakni jalan tol, jalan arteri, tempat penyeberangan/pelabuhan, simpul transportasi, serta tempat ibadah dan wisata.

Pengawasan di lapangan akan diperkuat dengan teknologi canggih seperti sistem ETLE, penggunaan drone, hingga bodycam yang menempel pada petugas.

Terkait rekayasa lalu lintas, Korlantas akan menerapkan skema one way dan contraflow secara situasional berdasarkan parameter volume kendaraan (traffic counting).

Irjen Agus mencontohkan, di jalan tol, contraflow akan mulai dieksekusi jika volume kendaraan mencapai angka 5.500 unit per jam.

“Jika kepadatan di KM 70 mencapai 6.400 kendaraan selama satu jam berturut-turut, kami akan menambah lajur contraflow.

Kami juga memantau aliran lalu lintas menggunakan drone untuk memastikan langkah eksekusi yang tepat,” ujar Agus.

Rekayasa ini tidak hanya terbatas di jalur tol, namun juga menyasar titik rawan macet di jalur arteri seperti kawasan Gadog, Bogor, dan Cibadak ke arah Sukabumi. Melalui strategi ini, Polri berharap perayaan Idul Fitri 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.