JurnalPatroliNews Pasuruan – Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, meresmikan program Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerbang Kembar) sebagai langkah strategis untuk mengatasi masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).
Program ini diluncurkan dalam apel resmi di Pendopo Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi, dengan target utama meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih memerlukan perhatian serius.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), IPM Kabupaten Pasuruan saat ini menempati peringkat ke-28 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan nilai 73,02.
Angka tersebut sejalan dengan tingkat kemiskinan sebesar 8,21 persen dan jumlah anak yang putus sekolah atau tidak menempuh pendidikan formal mencapai 19.857 anak.
Bupati Rusdi menegaskan bahwa Gerbang Kembar hadir untuk memutus mata rantai persoalan tersebut.
Ia menyoroti fenomena banyak santri di pondok pesantren yang hanya menempuh pendidikan informal tanpa penyetaraan formal.
Hal ini berdampak pada pencatatan rata-rata lama sekolah di wilayah Pasuruan yang berada di peringkat ke-29 se-Jawa Timur.
Dalam arahannya, Bupati meminta kolaborasi erat antara Kementerian Agama, dinas terkait, dan Dewan Pesantren untuk mengoordinir santri agar mendapatkan akses pendidikan formal atau penyetaraan.
Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk melakukan pendataan menyeluruh mulai dari tingkat bawah guna memastikan tidak ada anak yang terlewat dari program ini.
Sebagai bentuk motivasi bagi pemerintah tingkat desa, Bupati Rusdi menjanjikan tambahan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi desa yang dinilai paling cepat dan serius dalam menangani kasus anak tidak sekolah di wilayahnya.
Melalui integrasi data dan sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan optimistis kualitas sumber daya manusia akan meningkat secara signifikan di masa mendatang.














