JurnalPatroliNews – Karangasem – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, memicu musibah rumah ambruk di Lingkungan Galiran Kaler, Kelurahan Subagan, pada Minggu malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.30 WITA tersebut menyebabkan sepasang suami istri tertimbun material bangunan setelah tanah di bantaran sungai tempat rumah mereka berdiri amblas.
Korban diketahui bernama Tomi Agus Pratama (29) dan Novita Nurianti (28). Keduanya sempat terjebak di bawah reruntuhan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat pada Senin dini hari.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyatakan bahwa kerusakan bangunan masuk kategori parah akibat pergeseran tanah yang cukup signifikan di lokasi tersebut.
Akibat kejadian ini, Tomi dilaporkan mengalami luka pada bagian kepala serta luka lecet di punggung, bahu, dan ekstremitas.
Sementara sang istri, Novita, mengalami luka lecet pada bagian punggung. Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RS Balimed Karangasem untuk observasi medis lebih lanjut.
Selain menimbulkan korban luka, kerugian material akibat hancurnya bangunan ditaksir mencapai Rp 400 juta.
Lokasi rumah yang berada tepat di pinggir sungai juga menyebabkan material bangunan menutupi aliran air, sehingga BPBD segera berkoordinasi dengan Dinas PUPRKIM Karangasem untuk melakukan penanganan teknis dan pembersihan sungai guna mencegah potensi banjir luapan.
BPBD Kabupaten Karangasem kembali mengeluarkan imbauan kepada warga, terutama yang bermukim di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat curah hujan dengan intensitas tinggi diprediksi masih akan berlanjut, masyarakat diminta segera mencari tempat yang lebih aman jika mulai terdeteksi gejala pergeseran tanah atau retakan di sekitar hunian mereka.














