Tren Wisata Bergeser, Lombok Naik 68% dan Kabupaten Nabire Sambut Tamu Airbnb Pertama

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pola pergerakan dan perjalanan wisatawan di Indonesia dilaporkan mulai mengalami pergeseran yang cukup signifikan.

Para pelancong kini terpantau lebih memilih untuk menjelajahi berbagai destinasi di luar kota-kota besar demi menemukan keindahan alam yang belum terjamah.

Langkah ini diambil guna memburu pengalaman berlibur yang lebih autentik serta membangun koneksi yang lebih dekat dengan budaya masyarakat lokal.

Fenomena tersebut dikonfirmasi melalui laporan riset terbaru yang dirilis oleh platform akomodasi global, Airbnb.

Riset yang bertajuk Beyond the Beaten Track: Unlocking Tourism Growth Across Asia Pacific tersebut memperlihatkan adanya lonjakan permintaan terhadap wisata alternatif.

Melalui data internal yang dibagikan, Airbnb mencatat bahwa hampir satu dari lima penginapan mereka di Indonesia kini sudah berlokasi di luar kota besar.

Tren positif ini diperkuat dengan indikator durasi kunjungan yang semakin lama, di mana ada kenaikan periode menginap di atas 15 persen dibanding tahun 2025.

Secara makro, data ini menegaskan bahwa para pelancong secara konsisten terus berburu kawasan yang menawarkan ketenangan dan belum padat dikunjungi.

Kenaikan Drastis di Lombok hingga Catatan Sejarah Baru di Nabire

Pergeseran preferensi liburan ini tercermin nyata lewat pertumbuhan performa di sejumlah daerah spesifik di tanah air.

Salah satu destinasi yang mengalami lompatan performa paling impresif adalah Lombok, yang sukses mencatatkan kenaikan periode menginap hingga 68 persen.

Sementara itu, lompatan sejarah pariwisata baru juga berhasil ditorehkan oleh wilayah timur Indonesia, tepatnya di Pulau Papua.

Kabupaten Nabire dilaporkan berhasil menyambut kedatangan tamu pengguna aplikasi Airbnb untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada tahun 2025 lalu.

Fakta lapangan ini menjadi indikator kuat mengenai mulai bermunculannya titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sektor pariwisata daerah.

Menariknya, sebanyak 90 persen tamu yang melakukan proses check-in di akomodasi luar kota besar justru didominasi oleh wisatawan mancanegara.

Data tersebut secara langsung memperlihatkan betapa kuatnya daya pikat wilayah pelosok nusantara atau hidden gems di mata dunia internasional.

Dorong Pemerataan Ekonomi dan Pariwisata Berkelanjutan

Selain urusan akomodasi, laporan ini juga memotret motivasi mendalam para pelancong yang kini dinilai semakin mencari perjalanan yang bermakna.

Sebanyak 95 persen responden menyatakan memiliki keinginan kuat untuk memberikan kontribusi ekonomi dan mendukung komunitas lokal setempat.

Bahkan, 100 persen tamu mengakui bahwa rekomendasi personal dari para tuan rumah penginapan sangat memengaruhi keputusan pengeluaran belanja mereka.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara & India, Amanpreet Bajaj, menyatakan bahwa di tengah dunia yang terkoneksi, terjadi pergeseran cara orang bepergian.

Amanpreet menjelaskan bahwa pelancong di Indonesia mulai beralih menuju ritme liburan yang lebih lambat dan menikmati kehidupan lokal yang autentik.

Peningkatan permintaan ini diklaim sangat membantu pemerintah dalam mendorong penyebaran manfaat ekonomi pariwisata secara lebih merata.

Langkah penyebaran ini dinilai strategis dalam mendukung upaya Indonesia dalam membangun dan mengembangkan ekosistem pariwisata yang bertanggung jawab.

Melalui eksplorasi destinasi baru ini, Airbnb berkomitmen membantu membuka peluang mata pencaharian dan melestarikan warisan budaya masyarakat lokal.

Komentar