JurnalPatroliNews – Situbondo – Kasus dugaan pembunuhan keji yang menimpa seorang tenaga kesehatan kembali menggegerkan masyarakat di Kabupaten Situbondo, Jawa Tengah.
Seorang wanita yang berprofesi sebagai bidan berinisial Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Jasad warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki tersebut ditemukan dibuang di dalam saluran air atau drainase di pinggir jalur Pantura.
Lokasi pembuangan mayat tersebut tepatnya berada di kawasan Jalan Raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Saat pertama kali ditemukan oleh petugas pada Sabtu malam, kondisi jenazah korban tampak tertutup oleh tumpukan sampah dan balok kayu di sebelah selatan jalan.
Korban sendiri diketahui merupakan salah satu bidan yang masih aktif bertugas di jajaran RSUD Besuki.
Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, mengonfirmasi bahwa bidan malang tersebut tewas akibat dibunuh oleh suaminya sendiri.
Pelaku Menyerahkan Diri ke Markas Polda Jatim
Misteri keberadaan jasad korban di dalam selokan tersebut akhirnya terkuak setelah terduga pelaku memutuskan untuk menyerahkan diri.
Suami korban secara kooperatif mendatangi Mapolda Jawa Timur untuk mengakui seluruh perbuatan keji yang telah dilakukannya.
Berdasarkan pengakuan dan petunjuk lokasi dari pelaku di Polda Jatim, aparat kepolisian setempat langsung bergerak cepat menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas gabungan di lapangan langsung mengevakuasi jasad korban dari dalam saluran air untuk segera dilarikan ke kamar jenazah RSU Situbondo.
Sementara itu, Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, turut membenarkan bahwa korban merupakan bagian dari keluarga besar rumah sakit tersebut.
Berdasarkan data absensi dan laporan dari sejumlah staf, korban diketahui masih sempat menjalankan kewajibannya bekerja sebelum insiden tragis itu terjadi.
Bidan paruh baya tersebut tercatat masih masuk dinas malam pada Jumat, 5 Juni 2026, sebelum akhirnya dilaporkan hilang dan ditemukan tewas di dalam drainase.









Komentar