JurnalPatroliNews – Jakarta – Aksi perampokan bersenjata yang sempat viral di media sosial terjadi di Perumahan Pataruman Regency, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur.
Dua pria yang sempat mengaku sebagai anggota Mabes TNI menyatroni rumah warga dengan menenteng senjata yang belakangan diketahui merupakan jenis airsoft gun.
Ketua RW 11 Kelurahan Sayang, Juwen Juwendi, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin (16/3) lalu.
Para pelaku awalnya mendatangi rumah korban dengan dalih mencari kendaraan milik komandannya yang diduga digelapkan oleh pemilik rumah.
“Mereka sempat meminta izin kepada ketua RT untuk mendobrak rumah korban. Namun, saat ditanya surat tugas dan identitas keanggotaan, mereka tidak bisa memperlihatkan,” ujar Juwen, Jumat (27/3).
Warga mengaku tidak dapat berbuat banyak saat kejadian karena para pelaku terang-terangan menunjukkan senjata.
TNI Pastikan Pelaku Warga Sipil Menanggapi video viral yang menyebut keterlibatan oknum TNI, Kepala Staf Kodim 0608/Cianjur, Mayor (Cba) Ujang Rohmat, memberikan klarifikasi tegas.
Ia memastikan bahwa kedua pelaku adalah warga sipil murni dan tidak ada sangkut pautnya dengan institusi TNI.
“Terkait rekaman video viral tersebut, itu merupakan berita bohong. Pelaku adalah warga sipil dan senjata yang dibawa merupakan jenis airsoft gun, bukan senjata api asli,” tegas Mayor Ujang.
Dugaan awal motif peristiwa ini berkaitan dengan persoalan gadai kendaraan, namun pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.
Satu Pelaku Diringkus, Garis Polisi Terpasang Jajaran Polres Cianjur telah berhasil meringkus satu dari dua orang pelaku, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran intensif. Saat ini, rumah korban telah dipasangi garis polisi guna kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kanit Reskrim Polsek Kota Cianjur, Ipda Radhika, menyatakan bahwa pihaknya tengah melengkapi laporan dan melakukan pengembangan kasus. “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Jika sudah lengkap, akan segera kami rilis bersama pihak TNI,” pungkasnya.














